TARAKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan menggelar kegiatan panen raya tanaman hortikultura di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) pada Selasa (22/4).
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Lapas Tarakan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Acara panen yang dimulai pukul 09.00 WITA dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan, Jupri, didampingi jajaran pejabat Seksi Kegiatan Kerja serta sejumlah petugas lapas. Dalam kegiatan ini, warga binaan berhasil memanen 40 kilogram bayam, 20 kilogram kacang panjang, dan 20 kilogram terong.
Seluruh hasil panen tersebut akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian warga binaan, sehingga turut mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar dan memperkuat ketahanan pangan secara mandiri di lingkungan lapas.
Jupri menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi 13 Program Akselerasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), khususnya dalam bidang pemberdayaan warga binaan.
“Melalui program pembinaan kemandirian ini, kami tidak hanya memberikan keterampilan bertani kepada warga binaan, tetapi juga membekali mereka dengan nilai-nilai produktivitas dan kemandirian yang dapat diterapkan setelah bebas nanti,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan bertani ini juga menjadi sarana edukasi untuk membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab.
Proses pembinaan hortikultura di Lapas Tarakan telah berlangsung secara konsisten, melibatkan puluhan warga binaan yang dilatih untuk mengelola lahan pertanian di area SAE.
Berbagai jenis tanaman hortikultura, seperti bayam, kacang panjang, dan terong, dipilih karena memiliki siklus panen yang relatif cepat dan dapat memenuhi kebutuhan gizi warga binaan. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung upaya pemerintah dalam mempromosikan pola konsumsi pangan yang sehat dan berkelanjutan.
Kegiatan panen raya berlangsung dalam suasana tertib, aman, dan kondusif, mencerminkan pengelolaan lapas yang profesional dan terorganisasi. Para warga binaan tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari pemetikan hasil panen hingga pendistribusian untuk kebutuhan dapur lapas.
Keberhasilan panen ini juga menjadi bukti bahwa pembinaan di Lapas Tarakan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pengembangan potensi warga binaan untuk berkontribusi positif bagi masyarakat.
Jupri berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan ditingkatkan, baik dari segi skala produksi maupun variasi tanaman. Ia juga mengapresiasi kerja keras warga binaan dan petugas lapas yang telah menjalankan program ini dengan penuh dedikasi.
Panen raya ini bukan hanya sekadar capaian produksi, tetapi juga simbol dari transformasi positif yang terjadi di dalam Lapas Tarakan.
Dengan mengedepankan pendekatan edukatif dan produktif, Lapas Tarakan terus berupaya menciptakan lingkungan pembinaan yang mendukung reintegrasi sosial warga binaan, sekaligus berkontribusi pada program strategis pemerintah, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. (*)
Reporter : Arif Rusman










Discussion about this post