TARAKAN – Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kota Tarakan kembali menyiapkan pelaksanaan Kejuaraan Karate Tingkat Kota Tarakan Tahun 2026. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada minggu ketiga Oktober 2026.
Kejuaraan ini menjadi salah satu upaya FORKI Tarakan untuk kembali menghidupkan kompetisi karate tingkat kota yang sebelumnya sempat terhenti. Selain menjadi wadah bagi para atlet untuk berkompetisi, ajang tersebut diharapkan dapat menjaga kesinambungan pembinaan karate di Kota Tarakan.
Sekretaris FORKI Kota Tarakan, Safrida, mengatakan di bawah kepemimpinan Ketua FORKI Tarakan yang baru, Herman Hamid, pihaknya berkomitmen untuk menjadikan kejuaraan tingkat kota sebagai agenda rutin setiap tahun.
Menurutnya, kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat pembinaan dan memberikan lebih banyak kesempatan bagi atlet untuk mendapatkan pengalaman bertanding.
“Kejuaraan tingkat kota ini akan kami upayakan kembali menjadi agenda rutin setiap tahun. Bahkan ke depannya kami berharap bisa dilaksanakan dua kali dalam setahun, sehingga atlet memiliki lebih banyak kesempatan untuk bertanding dan mengukur kemampuan,” ujar Safrida.
Safrida menambahkan, pelaksanaan kompetisi secara rutin penting untuk menjaga pengalaman bertanding para atlet. Dengan adanya pertandingan yang berkesinambungan, atlet dapat terus mengevaluasi kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan dengan level yang lebih tinggi.
Selain sebagai agenda pembinaan, Kejuaraan Karate Tingkat Kota Tarakan 2026 juga menjadi bagian dari persiapan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) II Kalimantan Utara yang akan berlangsung di Kabupaten Malinau pada November mendatang.
Sebanyak 17 atlet karateka Kota Tarakan yang telah terpilih untuk memperkuat kontingen pada PORPROV akan mendapat kesempatan memanfaatkan kejuaraan tersebut sebagai bagian dari evaluasi kemampuan sebelum menghadapi pertandingan tingkat provinsi.
“Ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju PORPROV di Malinau. Kami ingin melihat sejauh mana kesiapan atlet, sekaligus memberikan mereka kesempatan untuk mendapatkan suasana pertandingan sebelum turun di PORPROV,” jelasnya.
FORKI Tarakan berharap kejuaraan tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan dan menjadi bagian penting dalam menciptakan regenerasi atlet karate di Kota Tarakan.
Dengan kembali digelarnya kompetisi tingkat kota, FORKI juga menargetkan munculnya atlet-atlet baru yang nantinya dapat dipersiapkan untuk memperkuat Tarakan pada berbagai ajang olahraga karate di tingkat regional maupun nasional. (RF)









Discussion about this post