TARAKAN – Kabar duka menyelimuti masyarakat Kaltara hari ini Rabu (28/04) atas meninggalnya salah seorang tokoh pendidikan Dr. H. Muhammad Yunus Abbas M.Si.
Kabar berpulangnya, mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltara ini sontak menuai beragam ucapan belasungkawa dari beragam tokoh di Kaltara.
Wafatnya Dr. H. Muhammad Yunus Abbas M.Si. meninggalkan pilu bagi banyak pihak, tak terkecuali Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Andi Hamzah. Ia mengakui selama ini bersahabat dekat dengan almarhum.
“Saya kenal beliau sudah puluhan tahun. Karena sama-sama satu suku,” Ungkapnya.
Andi Hamzah yang saat ini juga menjabat sebagai Dewan Kehormatan PMI Kaltara mengatakan, dirinya sangat merasakan kehilangan almarhum.
Menurutnya, semasa hidup almarhum dikenal sebagai orang baik bahkan ia menyebutkan banyak belajar dari sosok almarhum Yunus Abbas.
“Saya banyak belajar dari beliau,” tuturnya.
Andi Hamzah mengungkapkan, Almarhum Yunus Abbas merupakan sosok yang baik dan sosoknya dianggap berhasil memajukan PMI kota Tarakan bahkan menggunguli PMI se-Kaltara.
Almarhum Yunus Abbas selama ini memang dikenal sebagai tokoh masyarakat dan mengisi berbagai jabatan organisasi, salah satunya sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tarakan, ia dianggap telah banyak memberikan kemajuan PMI di masa kepemimpinannya.
Lanjut Andi Hamzah, Almarhum bahkan pernah menunjukkan peralatan milik PMI Tarakan yang terkesan lebih modern dan menunjang dibanding dari daerah lain di Kaltara.
“Bahkan di provinsi pun kalah. Beliau berhasil membawa PMI Tarakan menjadi lebih baik dibanding daerah lainnya di Kaltara,” Sebut Andi Hamzah.
Andi Hamzah mengungkapkan, terakhir kali berkomunikasi dengan almarhum pada Selasa (27/4/2021) kemarin dan mereka berdua juga telah berencana bertemu untuk ngopi bersama.
“Saya ditelpon sore. Almarhum dengan saya itu cukup dekat. Dia menanyakan dinda kapan ke Tarakan. Saya bilang besok. Mungkin nanti sampai ke Tarakan baru kita ngopi. Rencananya nanti malam mau ngopi,” Kenangnya.
Selain itu, Kiprah almarhum dalam dunia pendidikan cukup tinggi. Almarhum juga dikenal sebagai tokoh pendidikan, dimana sebagian besar kariernya didedikasikan untuk mengabdi sebagai tenaga pendidik.
Menurut catatan karirnya, Yunus Abbas tercatat sebagai dosen di Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan (FKIP) di Universitas Borneo Tarakan (UBT). Almarhum juga pernah menjadi guru di SMK Negeri 2 Tarakan.
Sosok Almarhum Yunus Abbas juga dikenal memiliki jiwa sosial yang tinggi, kepergiannya tentu memilukan banyak pihak. Tak hanya keluarga, kerabat, sahabat, bahkan masyarakat Kaltara yang telah banyak mendapatkan bantuan dari aktivitas sosialnya turut merasakan kehilangan. Selamat jalan Yunus Abbas (DS).











Discussion about this post