TARAKAN – Di tengah semangat untuk memajukan sektor perikanan, Fakultas Perikanan Universitas Borneo Tarakan menggelar pembinaan budidaya ikan air tawar yang menjadi angin segar bagi para pembudidaya.
Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, tetapi juga langkah besar untuk mengembangkan bisnis perikanan air tawar yang berkelanjutan dan menguntungkan.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Kerjasama Universitas Borneo Tarakan, Rukisah Saleh, menjelaskan bahwa program ini merupakan inisiatif pemerintah yang disalurkan melalui perguruan tinggi.
Dengan anggaran yang dialokasikan untuk mitra, universitas bekerja sama dengan masyarakat melalui kelurahan setempat untuk memastikan ilmu dan teknologi tepat guna sampai ke tangan yang tepat.
“Kegiatan ini luar biasa karena masyarakat telah menunjukkan kreativitas mereka. Pemerintah berperan membina, terutama dalam proses pembenihan, sementara akademisi fokus pada pengembangan bisnis dan inovasi teknologi,” ujar Rukisah.
Salah satu terobosan yang menjadi sorotan adalah edukasi tentang induksi pematangan gonad ikan air tawar melalui rekayasa hormonal. Teknik ini memungkinkan pembudidaya untuk mempercepat siklus reproduksi ikan.
“Dengan rekayasa hormonal, ikan dapat dipanen hingga empat kali dalam setahun. Bandingkan dengan proses alami yang memakan waktu jauh lebih lama,” jelas Rukisah.
Proses tersebut dilakukan dengan menyuntikkan hormon untuk mempercepat kematangan gonad, sebuah langkah yang disebut sebagai pembenihan modern.
Meski teknik ini bukan hal baru di beberapa tempat, Rukisah menegaskan bahwa peran perguruan tinggi adalah memastikan pengetahuan ini sampai ke masyarakat luas.
“Banyak pembudidaya masih kesulitan membedakan ikan jantan dan betina. Selain itu, soal pakan ikan, kami telah mengembangkan teknologi pakan berbasis larva lalat sebagai alternatif yang inovatif dan ramah lingkungan,” tambahnya.
Di balik setiap ilmu yang dibagikan, ada harapan besar. Rukisah berharap para pembudidaya dapat menyerap ilmu dari para dosen dan mengaplikasikannya untuk meningkatkan produktivitas.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya belajar, tetapi juga mengakselerasi usaha mereka. Dengan ilmu ini, mereka bisa membuka peluang ekonomi baru dan menciptakan masa depan yang lebih baik,” tuturnya.
Langkah kecil di Tarakan ini membuka jalan bagi mimpi besar, menjadikan budidaya ikan air tawar sebagai tulang punggung ekonomi lokal yang tangguh dan berkelanjutan. (*)
Reporter : Arif Rusman











Discussion about this post