Tarakan – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Kalimantan Utara memulai langkah awal kepemimpinannya dengan meluncurkan program 100 hari kerja. Program ini menjadi bentuk komitmen organisasi dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah melalui pendekatan intelektual dan keislaman.
Ketua ICMI Kaltara Ihya Ulumuddin Rahawarin, menyampaikan bahwa program 100 hari kerja ini mencakup berbagai agenda strategis, mulai dari konsolidasi internal, penguatan peran cendekiawan dalam pembangunan, hingga pelaksanaan kegiatan sosial dan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Program ini bukan hanya simbolik. Kami ingin menunjukkan kepada publik bahwa ICMI hadir dan bekerja. Karena itu, kami membuka ruang seluas-luasnya agar masyarakat bisa ikut menilai, mengkritisi, dan memberikan masukan, sehingga kinerja kami lebih transparan dan bermanfaat,” ujarnya.
Langkah transparansi ini, menurutnya, penting untuk menumbuhkan kepercayaan publik terhadap ormas berbasis cendekiawan seperti ICMI. Selain itu, evaluasi dari masyarakat akan menjadi bahan penting dalam menyusun program jangka panjang yang lebih tepat sasaran. (RF)










Discussion about this post