TARAKAN – Aliansi Aksi Serentak Se-Kalimantan Utara menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Pukul Mundur Polda Kaltara” pada kamis sore, (17/7/2025). Aliansi yang terdiri dari kelompok mahasiswa, Organisasi Kepemudaan, dan Lembaga Bantuan Hukum ini menyoroti sejumlah kasus yang dianggap mencoreng institusi kepolisian di lingkup Polda Kalimantan Utara.
Massa yang terdiri dari puluhan orang ini mengawali aksi orasi di simpang empat Grand Tarakan Mall yang kemudian dilanjutkan dengan menyampaikan sejumlah tuntutan yang tertuang di dalam petisi aliansi di depan Mapolres Tarakan.
Dicky Nur Alam selaku Koordinator Aksi menjelaskan bahwa lemahnya pengawasan di lingkup Polda Kaltara terhadap personel sehingga banyak terjadi pelanggaran yang menyeret anggota kepolisian.
“Kepemimpinan Kapolda Kaltara sejak menjabat pada 2025 hingga saat ini banyak temuan kasus yang melibatkan aparat, tanpa ada pengawasan dari kapolda sendiri,” jelasnya.
Para aksi massa menyampaikan lima poin tuntutan yang ditujukan kepada Polda Kalimantan Utara diantaranya : 1. Mendesak Kapolri untuk Segera Mencopot Irjen Pol Hary Sudwijanto dari Jabatannya sebagai Kapolda Kalimantan Utara. 2. Mendesak Dilakukannya Evaluasi Menyeluruh terhadap Sistem Pengawasan Internal. 3. Mendesak Pembentukan Tim Independen Investigasi. 4. Mendesak Penuntasan Tuntas Jaringan Narkotika di Institusi Kopolistan. 5. Mendorong Partisipasi Kritis Media dan Masyarakat Sipil.
Dicky juga mengatakan bahwa petisi tersebut telah diserahkan kepada Kapolres Kota Tarakan dan DPRD Kota Tarakan untuk kemudian di sampaikan kepada tingkatan yg berjenjang hingga ke Presiden RI.
Sementara Kapolres Tarakan, AKBP Erwin S Manik menyambut aspirasi mahasiswa yang dianggap sebagai bentuk kebebasan berpendapat di muka umum.
“Dari point-point tuntutan ini menjadi koreksi saran, kritik yang sangat bagus untuk Polres Tarakan untuk lebih profesional,” ujar Kapolres.
Ia juga menyoroti tingkat kerawanan di Kota Tarakan akan peredaran narkotika dan menegaskan kepada personel untuk menjunjung tinggi profesionalitas dalam pelaksanaan tugas.
Selaku Kapolres Tarakan ia berkomitmen akan memberikan sanksi tegas kepada para personel jika terbukti melakukan pelanggaran.
Mengenai lontaran ucapan apresiasi berupa dukungan kepada polri dalam menindak tegas oknum yang terlibat. Pihaknya menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk pengawalan.
“Yang jelas oknum yang terlibat sudah di proses secara etik dan pidana. Kita kawal secara bersama-sama,” tegasnya.
Sebagai bentuk antisipasi dan kepatuhan pihaknya juga akan menggelar tes urine di lingkungan Polres Tarakan.
“Besok kita akan lakukan tes urine, dikarenakan stok yang belum mencukupi, kita akan tes pada personel secara random. Apabila ditemukan positif kita akan laksanakan sesuai aturan,” Ujarnya.
Namun ia memastikan bahwa seluruh personel akan dites urin secara bertahap mengikuti kesediaan alat yang turut di dukung oleh Polda Kaltara.
Ia juga meminta masyarakat jika menemukan adanya indikasi pelanggaran yang dilakukan bagi para personel, dapat menghubungi layanan pengaduan WhatsApp dan call center 110 yang bisa di akses 24 Jam.










Discussion about this post