TARAKAN – Pengurus Kota (Pengkot) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Tarakan mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara (Kaltara) yang akan digelar di Kabupaten Malinau pada 11 hingga 20 November 2026.
Persiapan tersebut ditandai dengan dimulainya program Training Center (TC) bagi atlet karate Tarakan, Minggu (6/9/2026). Pemusatan latihan berlangsung selama dua bulan hingga 5 November 2026 dan dipusatkan di halaman Kantor Sekretariat DPRD Kota Tarakan.
Ketua FORKI Tarakan, Herman Hamid, mengatakan sebanyak 17 karateka terpilih mengikuti program TC tersebut. Para atlet merupakan hasil seleksi yang digelar pada Februari 2026 dan berasal dari empat perguruan karate, yakni Inkado, Inkanas, Inkai, dan Gojukai.

Herman menekankan agar seluruh atlet memanfaatkan masa pemusatan latihan dengan serius, terutama dalam mengikuti instruksi pelatih dan menjaga kondisi tubuh agar tetap prima.
“Yang paling utama, seluruh atlet harus mengikuti arahan pelatih dan menjaga kondisi kesehatan. Saya juga meminta agar mereka menjunjung tinggi sportivitas dan kehormatan ketika bertanding. Kita berharap mereka bisa memberikan yang terbaik dan membawa pulang kemenangan untuk Tarakan,” ujar Herman.
FORKI Tarakan menargetkan dapat kembali mempertahankan status sebagai juara umum seperti yang diraih pada Porprov sebelumnya. Target tersebut menjadi tantangan tersendiri mengingat persaingan antarkabupaten dan kota di Kaltara diperkirakan semakin ketat.
Selama TC berlangsung, program latihan akan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan fisik sekaligus mengasah teknik dan kesiapan bertanding para karateka. Aspek mental, disiplin, serta kekompakan tim juga menjadi bagian penting yang akan dibangun selama pemusatan latihan.
FORKI Tarakan juga menyiapkan keikutsertaan pada seluruh nomor pertandingan yang tersedia. Dari total 15 nomor yang dipersiapkan, sebanyak 11 merupakan nomor kumite atau tarung, sementara sisanya adalah nomor kata, meliputi kata perorangan putra, kata perorangan putri, serta kata beregu putra dan putri.
“Kalau tidak ada kendala teknis, kami akan berusaha mengikuti seluruh 15 nomor yang dipertandingkan. Harapannya, peluang untuk meraih medali bisa semakin besar,” jelasnya.
Untuk raihan medali, FORKI Tarakan memasang target minimal menyamai pencapaian pada Porprov sebelumnya. Pada ajang empat tahun lalu, kontingen karate Tarakan berhasil mengoleksi tujuh medali emas.
Target tujuh emas tersebut sekaligus menjadi modal untuk mempertahankan posisi sebagai juara umum cabang olahraga karate pada Porprov II Kaltara.
Selain persiapan atlet, Pengkot FORKI Tarakan turut mendorong penguatan fasilitas latihan. Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah ketersediaan dojo terpadu yang dapat digunakan bersama oleh berbagai perguruan karate di Tarakan.
Aspirasi tersebut rencananya akan disampaikan dan dikomunikasikan dengan Pemerintah Kota Tarakan agar ke depan tersedia fasilitas latihan yang lebih representatif dan dapat menunjang pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Selama menjalani TC, seluruh atlet dan pelatih juga diharapkan mengutamakan kepentingan kontingen Tarakan dengan mengesampingkan perbedaan latar belakang perguruan. Mereka diminta bersatu di bawah satu wadah, yakni Pengkot FORKI Tarakan.
Kekompakan tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi, membangun mental bertanding, serta meningkatkan semangat seluruh atlet dalam membawa nama Kota Tarakan dan mempertahankan prestasi di tingkat Provinsi Kalimantan Utara. (RF)








Discussion about this post