• Iklan & Advetorial
  • Redaksi & Manajemen
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
No Result
View All Result
Tarakan TV
Advertisement Banner
  • Home
  • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • ADV
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Budaya
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Tarakan TV
  • Opini
Tarakan TV
  • Home
  • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • ADV
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Budaya
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Tarakan TV
  • Opini
No Result
View All Result
Tarakan TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
  • Tarakan TV
  • Opini
Home Tarakan

Filosofi Manusia dan Alam dalam Tari Kolosal Iraw Tengkayu XIV

by Arif Rusman
12/10/2025
in Tarakan
A A
Filosofi Manusia dan Alam dalam Tari Kolosal Iraw Tengkayu XIV

TARAKAN – Rangkaian puncak pelarungan Padaw Tuju Dulung pada perayaan Iraw Tengkayu XIV tahun ini di Kota Tarakan, dimeriahkan dengan sajian tari kolosal yang memukau. Penampilan ini menjadi salah satu daya tarik utama, dengan menghadirkan tiga tarian dengan filosofi mendalam yang menggambarkan hubungan manusia dengan alam, sesama, dan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Budayawan Suku Tidung Tarakan, Datu Norbek, menjelaskan bahwa tari kolosal ini terdiri dari tiga bagian dengan sumber inspirasi yang berbeda.

Baca Juga

Pemkot Tarakan Perkuat Pendidikan untuk Tingkatkan SDM

Ancaman Kebakaran Hutan Masih Tinggi di Tarakan

BPBD Tarakan Imbau Pemilik Kebun Siapkan Kolam

“Bagian pertama adalah Tari Majun, bersumber dari joget Melayu Tidung. Nama Majun sendiri merujuk pada minuman penghangat tubuh yang biasa dikonsumsi pada malam hari,” ujar Datu Norbek, Minggu (12/10/2025).

Bagian kedua, lanjutnya, adalah Tari Dindang Gambus yang mengacu pada kesenian jepin dengan irama khas yang disebut kinsat.

Nama gambus diambil dari alat musik tradisional yang mengiringi tarian ini. Sementara bagian ketiga, Tari Sarung Kuku, terinspirasi dari mitologi Tidung kuno sebelum masuknya Islam, mengisahkan tokoh-tokoh mistis, termasuk Dewa Sarung Kuku yang konon memiliki kuku bersarung.

Ketiga tarian ini tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga sarat makna. Menurut Datu Norbek, Tari Majun menggambarkan hubungan manusia dengan alam, Tari Dindang Gambus mencerminkan hubungan antarmanusia, dan Tari Sarung Kuku merefleksikan hubungan manusia dengan keyakinan kepada Tuhan.

“Ketiga filosofi ini dirangkum menjadi satu penampilan yang utuh,” tambahnya.

Penampilan tari kolosal ini melibatkan 157 penari, dengan rincian 108 penari pada bagian pertama, 32 penari putra-putri pada bagian kedua, dan 17 penari pada bagian ketiga.

Para penari berasal dari pelajar SMA se-Kota Tarakan serta anggota Sanggar Budaya Tradisional Paguntaka, yang terdiri dari mahasiswa dan pekerja.

Datu Norbek menyebutkan bahwa persiapan tari kolosal ini memakan waktu dua bulan dengan jeda libur satu minggu.

“Materi tari setiap tahun berbeda, meski konsep dasarnya tetap sama. Rumah tari atau koreografinya selalu diperbarui,” ungkapnya.

Koreografi dan aransemen musik digarap oleh Sanggar Budaya Tradisional Paguntaka. Musik pengiring diambil dari lagu-lagu tradisional seperti Majun, Dindang Gambus, dan Sarung Kuku, yang diaransemen ulang sesuai kebutuhan tarian.

“Lagu-lagunya memang lagu lama, tapi aransemennya disesuaikan untuk mengiringi tarian,” jelas Datu Norbek.

Penampilan tari kolosal ini sukses memikat perhatian masyarakat yang hadir dalam puncak perayaan Iraw Tengkayu XIV.

Dengan kostum warna-warni dan gerakan yang dinamis, tarian ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat identitas budaya Suku Tidung.

“Iraw Tengkayu tahun ini terasa lebih meriah dengan adanya tari kolosal. Semoga tradisi ini terus dilestarikan,” ujar salah seorang penonton, Ani, warga Tarakan.

Perayaan Iraw Tengkayu XIV ini menjadi bagian penting dalam menjaga warisan budaya, sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Tidung kepada generasi muda dan wisatawan yang hadir. (*)

Reporter : Arif Rusman

Related Posts

Pemkot Tarakan Perkuat Pendidikan untuk Tingkatkan SDM

Pemkot Tarakan Perkuat Pendidikan untuk Tingkatkan SDM

by Rengga Kozazih
11/08/2026
0

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan sebagai salah satu upaya memperkuat sumber daya manusia (SDM) di...

Ancaman Kebakaran Hutan Masih Tinggi di Tarakan

Ancaman Kebakaran Hutan Masih Tinggi di Tarakan

by Rengga Kozazih
11/08/2026
0

TARAKAN – Ancaman kebakaran hutan dan lahan di Kota Tarakan masih cukup tinggi. Kondisi tersebut menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana...

BPBD Tarakan Imbau Pemilik Kebun Siapkan Kolam

BPBD Tarakan Imbau Pemilik Kebun Siapkan Kolam

by Rengga Kozazih
11/08/2026
0

TARAKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan mengimbau masyarakat yang memiliki kebun atau lahan di kawasan hijau untuk...

Wali Kota Tarakan Buka MPLS SNT

Wali Kota Tarakan Buka MPLS SNT

by Rengga Kozazih
10/08/2026
0

TARAKAN – Wali Kota Tarakan,  Khairul, , menjadi pembina Apel Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Tahun...

SNT 11 Bantu Penuhi Kebutuhan Sekolah di Tarakan

SNT 11 Bantu Penuhi Kebutuhan Sekolah di Tarakan

by Rengga Kozazih
10/08/2026
0

TARAKAN – Kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 11 di Kota Tarakan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sarana pendidikan bagi masyarakat....

SNT 11 Tarakan Jadi Kebanggaan Baru Pendidikan

SNT 11 Tarakan Jadi Kebanggaan Baru Pendidikan

by Rengga Kozazih
10/08/2026
0

TARAKAN – Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 11 Tarakan mulai melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi murid baru Tahun Ajaran...

Next Post
Festival Iraw Tengkayu Masuk KEN 2025, Dorong Ekonomi dan Pelestarian Budaya

Festival Iraw Tengkayu Masuk KEN 2025, Dorong Ekonomi dan Pelestarian Budaya

Iraw Tengkayu XIV Tarakan Sukses Digelar, Antusiasme Masyarakat Luar Biasa

Iraw Tengkayu XIV Tarakan Sukses Digelar, Antusiasme Masyarakat Luar Biasa

1486 Warga Tanam Kopi Liberika di IKN, Pecahkan Rekor MURI

1486 Warga Tanam Kopi Liberika di IKN, Pecahkan Rekor MURI

Discussion about this post

Popular Post

  • Pemkot Tarakan Perkuat Pendidikan untuk Tingkatkan SDM

    Pemkot Tarakan Perkuat Pendidikan untuk Tingkatkan SDM

    332 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Ancaman Kebakaran Hutan Masih Tinggi di Tarakan

    332 shares
    Share 133 Tweet 83
  • BPBD Tarakan Imbau Pemilik Kebun Siapkan Kolam

    332 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Wali Kota Tarakan Buka MPLS SNT

    333 shares
    Share 133 Tweet 83
  • SNT 11 Bantu Penuhi Kebutuhan Sekolah di Tarakan

    334 shares
    Share 134 Tweet 84
Memberikan informasi terkini dan akurat. dengan slogan "Terdepan, Melayani Sepenuh Hati" menjadi semangat kami dalam menyampaikan informasi kepada pembaca

Rubrik

  • Budaya
  • Bulungan
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kaltara
  • Kesehatan
  • Malinau
  • Nasional
  • Nunukan
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Politik
  • Tana Tidung
  • Tarakan
  • Tarakan TV

Berita Terbaru

Pemkot Tarakan Perkuat Pendidikan untuk Tingkatkan SDM

Pemkot Tarakan Perkuat Pendidikan untuk Tingkatkan SDM

11/08/2026
Ancaman Kebakaran Hutan Masih Tinggi di Tarakan

Ancaman Kebakaran Hutan Masih Tinggi di Tarakan

11/08/2026
  • Iklan & Advetorial
  • Redaksi & Manajemen
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan

© 2025 Perumda Tarakan Media Telekomunikasi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • ADV
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Budaya
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Tarakan TV
  • Opini

© 2025 Perumda Tarakan Media Telekomunikasi.