TARAKAN – Dinas Pendidikan Kota Tarakan menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat, khususnya orang tua dan lingkungan sekitar, dalam pengendalian penggunaan media sosial pada anak-anak dan pelajar tingkat SD hingga SMP. Seruan ini disampaikan mengingat semakin luasnya akses digital yang dimiliki anak serta meningkatnya potensi dampak negatif dari penggunaan media sosial tanpa pendampingan.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Tarakan, Kamal, menegaskan bahwa penggunaan gawai dan media sosial oleh anak perlu mendapatkan perhatian bersama. Menurutnya, sekolah tidak dapat bekerja sendiri dalam mengawasi aktivitas digital peserta didik, sehingga peran keluarga dan masyarakat sangat dibutuhkan.
Kamal menjelaskan bahwa literasi digital pada anak usia sekolah harus dibangun sejak dini, termasuk pemahaman mengenai etika berinternet, batasan penggunaan, dan risiko yang mungkin muncul.
“Pengawasan penggunaan media sosial tidak cukup hanya dilakukan di sekolah. Kami berharap masyarakat, terutama orang tua, dapat lebih aktif mendampingi dan mengawasi anak-anak saat menggunakan perangkat dan mengakses media sosial,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Disdik Tarakan terus mendorong sekolah-sekolah untuk menguatkan edukasi mengenai penggunaan internet yang aman dan bertanggung jawab. Selain itu, pihaknya membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat, lembaga pemerhati anak, hingga pihak kepolisian dalam upaya menekan potensi penyalahgunaan media sosial di kalangan pelajar.
“Anak-anak kita harus mendapatkan lingkungan digital yang sehat. Kolaborasi bersama masyarakat menjadi kunci untuk mencegah terjadinya perundungan siber, penyebaran informasi hoaks, hingga konten yang tidak sesuai usia,” lanjut Kamal.
Disdik Tarakan berharap upaya ini dapat membangun kesadaran kolektif agar anak-anak, khususnya pelajar SD dan SMP, dapat memanfaatkan media sosial secara positif dan terarah, serta terhindar dari dampak negatif yang menghambat perkembangan belajar dan karakter mereka. (RF)












Discussion about this post