TARAKAN – Aktivitas bermain layang-layang di sekitar Bandara Juwata Tarakan mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan penerbangan. Merespons permintaan dari pihak bandara, Lurah Karang Anyar Pantai, Yohanis K Patongloan, segera mengambil langkah cepat dengan menggelar sosialisasi kepada masyarakat.
Langkah ini bermula ketika pihak keamanan Bandara Juwata menghubungi langsung Lurah Yohanis untuk meminta bantuan menangani masalah yang semakin mengkhawatirkan.
“Mendapat telepon dari Security bandara dan PLH Kepala Bandara, mereka menghubungi kami supaya mensosialisasikan tentang bahaya layang-layang di kawasan bandara,” ungkap Yohanis saat ditemui pada rabu (2/72025).
Tanpa menunda waktu, Lurah langsung menginisiasi pertemuan dengan para Ketua RT di wilayahnya.
“Hari itu juga saya bikin undangan. Besoknya teman-teman dari bandara, mungkin ada lebih dari 10 orang yang hadir, termasuk kepala sekuritinya, PLH kepala bandara dan bagian-bagian teknisnya. Semua hadir memberikan penjelasan ke 33 RT yang ada di wilayah Karang Anyar Pantai,” jelasnya.
Dalam pertemuan yang dihadiri lebih dari 10 perwakilan Bandara Juwata tersebut, para Ketua RT mendapat pemaparan mendalam mengenai risiko bermain layang-layang dekat area bandara, khususnya dampaknya terhadap keselamatan penerbangan dan anak-anak.
“Memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya kepada anak-anak yang di sekitar bandara, untuk tidak melakukan kegiatan layang-layang di sekitar bandara,” tegas Yohanis.
Materi sosialisasi mencakup penjelasan teknis bagaimana benang layang-layang dapat mengganggu operasional pesawat pada bandara Juwata.
Dua hari setelah sosialisasi, pihak kelurahan langsung menindaklanjuti dengan menyebarkan edaran resmi ke seluruh tingkat masyarakat.
“Kesepakatan itu kita keluarkan ke 33 RT termasuk paguyuban-paguyuban. Nah, ini kita sudah tindaklanjuti kemarin di Kampung Tator di depan bandara bersama Ketua Paguyuban Ikatan Keluarga Toraja, saya sampaikan lewat pengumuman: tolong anak-anak kita dijaga, jangan sampai melakukan kegiatan main layang-layang di sekitaran bandara,” tutur Yohanis.
Guna mengalihkan perhatian anak-anak dari bermain layang-layang, pihak bandara bahkan menawarkan hiburan alternatif yang lebih aman. Pendekatan ini dinilai lebih humanis karena tidak hanya melarang tetapi memberikan substitusi.
“Dari pihak bandara juga kemarin memberikan semacam kegiatan kepada masyarakat, khususnya anak-anak: apakah mau dibelikan bola atau semacamnya, sehingga mereka ada kesibukan lainnya untuk tidak main layang-layang,” ujarnya.
Sementara untuk fokus wilayah penertiban akan dilakukan pada lima RT yang teridentifikasi terdampak langsung oleh aktivitas layang-layang di sekitar bandara. Area ini menjadi prioritas karena lokasinya yang berada di jalur penerbangan.Lima RT tersebut adalah RT 19, RT 20, RT 26, RT 28, dan RT 33 yang berlokasi di sepanjang area depan Bandara Juwata.
Yohanis juga mengungkapkan langkah tegas yang akan diambil bila imbauan dan sosialisasi tidak membuahkan hasil. Koordinasi dengan aparat penegak peraturan daerah telah disiapkan sebagai langkah terakhir.
“Kami akan berkoordinasi ke Satpol PP supaya bisa standby dan melakukan penertiban di sepanjang depan bandara,”Pungkasnya. (UL)











Discussion about this post