TARAKAN – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tarakan mengeluarkan rekomendasi untuk mencegah keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tarakan. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan pangan bagi siswa.
Kepala BPOM Tarakan, Herianto Baan, menyebut belum ada kasus keracunan makanan di Tarakan. Namun, pihaknya tetap mendorong langkah antisipasi agar program MBG berjalan lancar.
“Kami sudah mengecek dapur MBG di Kelurahan Juata Laut, yang melayani 3.500 siswa. Ini satu-satunya dapur aktif di Tarakan saat ini,” ujar Herianto saat ditemui di kantor BPOM.
Tim BPOM telah memeriksa fasilitas dapur di Juata Laut secara menyeluruh. “Kami beri rekomendasi soal cara produksi pangan yang baik dan lakukan uji sampling. Sampel makanan sedang diuji,” jelas Herianto.
Ia juga menyoroti pentingnya mengatur waktu antara memasak dan distribusi.
“Jarak waktu masak dan distribusi jangan terlalu lama untuk menjaga kualitas makanan,” tegasnya. Hal ini penting untuk mencegah penurunan kualitas atau kontaminasi bakteri.
BPOM juga memberikan edukasi kepada siswa untuk mengenali makanan yang tak layak konsumsi. “Kalau makanan berbau asam atau ada tanda mencurigakan, jangan dimakan,” kata Herianto.
Peran guru juga dinilai krusial dalam mengawasi konsumsi makanan siswa di sekolah. “Pengawasan guru sangat penting untuk memastikan makanan yang dikonsumsi aman,” tambahnya.
Herianto menegaskan, pengawasan ketat dari produksi hingga distribusi menjadi kunci keberhasilan MBG. “Program ini bertujuan memenuhi kebutuhan gizi siswa, jadi kualitas makanan harus terjamin,” tutupnya.
Dengan langkah antisipasi ini, BPOM Tarakan berharap program MBG dapat berjalan optimal tanpa risiko kesehatan bagi siswa. (*)
Reporter : Khaerul A. Mukhlis
Editor : Arif Rusman











Discussion about this post