TARAKAN – Menanggapi insiden perusakan baliho di beberapa titik, Brigjen Sulaiman mengatakan, hal itu merupakan sikap politik yang seharusnya bisa dihindari. Menurut Brigjen Sulaiman, kedewasaan dalam berpolitik perlu dilakukan dalam menghadapi Pilkada Kaltara 2024.
“Itu menandakan bahwa ada teman-teman kita yang tidak dewasa berpolitik. Apakah itu ada rasa takut atau curang, atau ingin menakuti, itu tidak fair. Itu cara berprinsip yang tidak bagus. Saya mengajak teman-teman yang melakukan itu, jangan diulangi,” ujar Brigjen Sulaiman saat baru tiba di Bandara Juwata Tarakan, Jumat (5/7/2024).
Brigjen Sulaiman berharap insiden perusakan baliho tidak terjadi lagi. Menurutnya, semangat berpolitik di momentum Pilkada Kaltara 2024 harus dapat menciptakan suasana yang harmonis. Hal itu secara tegas ia sampaikan kepada seluruh tim, relawan dan pendukungnya, agar menggunakan cara yang santun dalam berpolitik.
“Kalau saya ditunjuk sebagai pemimpin, saya mengajak supaya jangan sampai saya menyakiti. Saya akan mengajak supaya tercipta harmonisasi, jangan menekan, jangan menakuti, jangan menyakiti rakyat. Itu tanda bahwa ada kelompok yang tidak sehat. Kalau ada hal seperti itu (perusakan baliho), berarti ada kepentingan. Sementara saya selidiki dan saya yakin teman-teman yang punya niat itu setelah kami ungkap, ada niat menghentikan diri. Tapi kalau berlanjut, nanti akan ketemu sendiri,” ucap Brigjen Sulaiman.
Sementara itu, menanggapi adanya spekulasi terkait kesengajaan untuk merusak sendiri baliho tersebut, Brigjen Sulaiman memastikan, insiden perusakan murni dilakukan oleh pihak luar. Proses hukum juga sempat dilakukan untuk menyikapi adanya insiden tersebut.
“Itu tanda orang yang ingin membolak-balikan fakta. Pasti ada kepentingan. Untuk apa kami merusak sendiri. Kalau itu hanya isu, pertanyakan apa misinya melempar isu tersebut. Pasti ada tujuannya, menuduh orang itu tidak bagus. Menuduh kami yang tersakiti, itu sama dengan menganiaya,” terangnya.
Perihal kedatangan Brigjen Sulaiman di Kaltara, adalah dalam rangka menindaklanjuti perintah parpol. Ia diminta untuk segera bertemu masyarakat dan bersosialisasi menyampaikan gagasan sebagai calon kepala daerah.
“Saya datang ini sebenarnya menindaklanjuti petunjuk dari parpol agar turun segera bersosialisasi. Jadi ini permintaan dari partai agar segera turun, karena kan jarang waktu saya, beda dengan yang lain, banyak waktu. Karena tempat tugas saya berada di Jawa Tengah. Ada waktu Dua Minggu untuk keliling Kaltara. Untuk menyapa tokoh, masyarakat dan pendukung,” ungkapnya.
Soal dukungan parpol, Brigjen Sulaiman masih percaya diri akan memperoleh syarat minimal kursi yang cukup untuk maju sebagai calon Gubernur Kaltara. Ia juga mengatakan, hingga saat ini belum ada figur yang sudah mengantongi rekomendasi berupa form B1-KWK dari parpol.
“Partai semuanya siap mendukung. Sementara kita diminta waktu juga untuk mencari Wakil, dan partai nanti berkoordinasi terkait koalisi. Sehingga semua partai sekarang terbuka untuk kita, dan sampai sekarang belum ada partai yang mengeluarkan form B1-KWK, belum. Semuanya sama, jadi itulah kondisi sekarang ini. Partai di DPP menunggu tindaklanjut para calon untuk menyiapkan diri,” tukasnya.
Penjajakan dengan figur juga masih intens dilakukan, guna menemukan sosok pendamping untuk ikut dalam Pilkada Kaltara 2024. Namun Brigjen Sulaiman masih enggan untuk membuka nama figur yang telah dikantongi. “Itu sekarang lagi kami komunikasikan, belum waktunya kita publish, mohon doanya saja,” pungkasnya. (*)










Discussion about this post