TARAKAN – Musyawarah Daerah (Musda) Tunas Indonesia Raya (Tidar) Kalimantan Utara (Kaltara) berlangsung meriah di Swiss-Belhotel Tarakan pada Minggu (27/04/2025).
Dalam forum yang menjadi ajang konsolidasi organisasi tersebut, Azmir secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Pengurus Daerah (PD) Tidar Kaltara untuk periode mendatang. Acara ini juga dirangkai dengan pelatihan Tunas 1 dan 2, yang merupakan bagian dari program kaderisasi untuk membentuk generasi muda yang siap memimpin.
Hadir langsung dalam acara tersebut, Ketua Umum Tidar, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, memberikan semangat kepada para kader muda untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan daerah. Dalam sambutannya, Rahayu menegaskan bahwa Tidar, sebagai sayap kepemudaan Partai Gerindra, memiliki misi besar untuk menjadi “Leadership Academy” yang mencetak pemimpin-pemimpin masa depan.
“Tidar adalah anak kandung Partai Gerindra, didirikan hanya enam bulan setelah partai ini berdiri pada 2008. Pak Prabowo Subianto, sebagai pendiri partai, selalu menekankan bahwa regenerasi kepemimpinan adalah sebuah keniscayaan. Oleh karena itu, Tidar hadir untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki integritas dan visi untuk bangsa,” ujar Rahayu dengan penuh semangat.
Ia juga menyoroti pentingnya melibatkan anak muda dalam dunia politik. Menurutnya, politik sering kali dipandang sebagai ranah yang menakutkan, penuh tekanan, atau bahkan kotor. Namun, Rahayu menegaskan bahwa persepsi tersebut bergantung pada individu yang menjalaninya.
“Politik adalah alat untuk membawa perubahan. Kami ingin anak-anak muda di Kaltara melihat politik sebagai panggilan untuk berkontribusi, bukan sesuatu yang harus dihindari,” tambahnya.
Rahayu berharap Tidar Kaltara, di bawah kepemimpinan Azmir, dapat menjadi wadah yang inklusif untuk merangkul generasi muda dari berbagai latar belakang. Ia mengajak pemuda Kaltara untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku dalam pembangunan daerah.
“Tidak harus menjadi calon legislatif atau kepala daerah. Cukup dengan belajar, terlibat, dan memberikan ide-ide segar untuk daerah, itu sudah bentuk kontribusi yang sangat berarti,” jelasnya.
Musda kali ini juga menjadi momentum untuk memperkuat jaringan Tidar di Kaltara. Pelatihan Tunas 1 dan 2 yang digelar bersamaan dengan Musda dirancang untuk membekali kader dengan keterampilan kepemimpinan, pemahaman politik, dan strategi pengorganisasian. Rahayu menyebut pelatihan ini sebagai salah satu pilar utama Tidar dalam menjalankan misi kaderisasi.
“Kami ingin Tidar Kaltara menjadi garda terdepan dalam menggaungkan semangat kepemudaan yang progresif. Saya berharap Azmir dan pengurus lainnya dapat membawa Tidar Kaltara lebih dekat dengan masyarakat, terutama generasi muda, untuk bersama-sama membangun Kalimantan Utara yang lebih maju,” ungkap Rahayu.
Azmir, sebagai ketua terpilih, menyatakan kesiapannya untuk menjalankan amanah yang diberikan. Ia berkomitmen untuk memperluas keanggotaan Tidar di Kaltara dan memperkuat peran organisasi sebagai wadah pengembangan potensi pemuda.
“Kami akan fokus pada program-program yang relevan dengan kebutuhan anak muda, seperti pelatihan kewirausahaan, diskusi publik, dan kegiatan sosial yang langsung menyentuh masyarakat,” ujar Azmir.
Musda TIDAR Kaltara ini tidak hanya menjadi ajang pemilihan kepemimpinan, tetapi juga simbol komitmen organisasi untuk terus menumbuhkan semangat patriotisme dan kepemimpinan di kalangan generasi muda. Dengan dukungan penuh dari pengurus pusat, Tidar Kaltara diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan di wilayah paling utara Indonesia ini.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan diskusi santai antara Rahayu, Azmir, dan para kader Tidar Kaltara. Semangat kebersamaan dan optimisme untuk masa depan menjadi penutup yang manis untuk Musda kali ini. (*)
Reporter : Arif Rusman












Discussion about this post