TARAKAN – Upaya mengenalkan dan menjaga keberadaan seni budaya daerah terus dilakukan Pemerintah Kota Tarakan. Salah satunya melalui Workshop Tari Jepin Tingkat PAUD se-Kota Tarakan Tahun 2026 yang resmi ditutup oleh Wali Kota Tarakan, Khairul.
Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari, 12–14 Agustus 2026, tersebut dipusatkan di Rumah Adat Baloy Tidung dengan mengangkat tema “Membumikan Budaya Kebersamaan Anak Usia Dini dalam Gerak Seni Tari.”
Workshop diikuti oleh 70 guru PAUD. Para guru tersebut dibekali pengetahuan dan keterampilan Tari Jepin agar nantinya dapat mengajarkan kembali tarian tersebut kepada anak-anak di lingkungan sekolah masing-masing.
Suasana kegiatan semakin semarak dengan penampilan 20 peserta perwakilan yang memperagakan Tari Jepin di hadapan Wali Kota Tarakan beserta tamu undangan.
Dalam penutupan kegiatan, Khairul mengapresiasi antusiasme para guru PAUD yang telah mengikuti seluruh rangkaian workshop. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para pelaku dan pemerhati budaya yang konsisten menjaga seni tradisional di tengah perkembangan zaman.
Menurut Khairul, pelestarian budaya perlu dilakukan secara berkelanjutan dan dikenalkan kepada generasi muda sejak usia dini. Lingkungan pendidikan dinilai memiliki peran strategis karena menjadi tempat anak-anak mendapatkan pengalaman dan pengetahuan tentang budaya daerah.
Ia pun mendorong agar Tari Jepin tidak hanya dipelajari dalam kegiatan workshop, tetapi dapat terus dipraktikkan dan ditampilkan dalam berbagai momentum.
“Kalau bisa Tari Jepin ini terus ditampilkan dalam berbagai kegiatan, termasuk menjadi bagian dari pembukaan acara. Dengan begitu, masyarakat semakin mengenal dan anak-anak juga semakin dekat dengan budaya daerah,” ungkapnya.
Khairul menilai kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam menjaga warisan budaya, khususnya budaya Tidung. Pengenalan melalui seni tari diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap identitas budaya daerah.
Dengan berlanjutnya pembelajaran Tari Jepin di satuan PAUD, diharapkan seni tradisional tersebut tidak hanya tetap eksis, tetapi juga dapat diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari kekayaan budaya Kota Tarakan. (RF)








Discussion about this post