TARAKAN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tarakan menggelar kegiatan Pembagian Kado Lebaran Bareng Yatim dan Dhuafa di Aula Pertemuan Gedung FKUB Tarakan. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian BAZNAS dalam membantu anak-anak yatim dan dhuafa sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BAZNAS Kota Tarakan, Syamsi Sarman, Kepala Dinas Pendidikan Tarakan, Thamrin Toha, sejumlah kepala sekolah, serta para peserta didik penerima bantuan.
Berdasarkan data yang diterima, bantuan dalam program tersebut diberikan kepada peserta didik dari 70 sekolah, mulai jenjang SD hingga SMA Negeri. Setiap sekolah memilih tiga orang anak untuk menerima bantuan, sehingga total terdapat 210 peserta didik yang mendapatkan santunan.
Masing-masing penerima memperoleh santunan uang tunai sebesar Rp600 ribu. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan keluarga sekaligus memberikan kebahagiaan kepada anak-anak dalam menyambut Lebaran.
Kepala BAZNAS Kota Tarakan, Syamsi Sarman, menjelaskan bahwa penggunaan tema “Kado Lebaran” memiliki makna tersendiri. Menurutnya, pemberian kado tidak hanya dimaknai sebagai bantuan secara materi, tetapi juga sebagai upaya menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan kurang mampu.
“Kenapa temanya kado Lebaran? Karena kita ingin memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim dan kurang mampu. Memberikan kebahagiaan kepada mereka sebenarnya tidak hanya dilakukan pada saat Idulfitri, tetapi bisa dilakukan kapan pun,” jelas Syamsi.
Ia mengatakan, semangat berbagi dan memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yang membutuhkan diharapkan dapat terus dilakukan sepanjang waktu, tidak terbatas pada momentum hari raya.
Syamsi juga menyampaikan bahwa program Kado Lebaran Bareng Yatim dan Dhuafa merupakan bagian dari program yang diluncurkan secara nasional oleh BAZNAS. Karena itu, dukungan terhadap program tersebut tidak hanya berasal dari masyarakat Kota Tarakan.
Menurutnya, bantuan yang terkumpul juga datang dari berbagai daerah di luar Tarakan, bahkan dari luar Kalimantan Utara. Hal ini menunjukkan adanya kepedulian masyarakat yang cukup luas terhadap keberadaan anak-anak yatim dan dhuafa.
“Program ini merupakan program nasional BAZNAS. Karena itu, bantuan yang terkumpul bukan hanya berasal dari masyarakat Tarakan, tetapi juga ada yang datang dari luar Tarakan, bahkan dari luar Kalimantan Utara,” ujar Syamsi.
Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi para penerima, khususnya dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Selain itu, program tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat berbagi dan kepedulian masyarakat terhadap kelompok yang membutuhkan.
Keterlibatan sekolah dalam program ini juga menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan dapat diterima oleh peserta didik yang membutuhkan. Para kepala sekolah turut membantu dalam proses pendataan dan penentuan penerima bantuan dari masing-masing sekolah.
Melalui program ini, BAZNAS Tarakan berharap semangat berbagi tidak hanya hadir saat momentum Lebaran, tetapi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat dan diwujudkan melalui berbagai bentuk kepedulian kepada sesama. (RF)








Discussion about this post