PASKAS atau Pasukan Amal Sholeh yang menjadi relawan dari Gerakan Infaq Beras terus menunjukkan komitmennya dalam membantu kebutuhan pangan para santri. Saat ini, para relawan tengah mendistribusikan beras-beras terbaik ke sejumlah pondok pesantren, rumah penghafal Alquran, serta panti asuhan di wilayah sekitar.
Di lapangan, relawan menemukan masih banyak santri yang sehari-hari belajar, mengkaji, dan menghafalkan Alquran, namun belum mendapatkan dukungan gizi yang memadai. Bahkan, sebagian dari mereka terpaksa mengonsumsi makanan seadanya demi tetap melanjutkan pendidikan agama.
Anggota PASKAS Tarakan, Ahmad Nur, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius para relawan.
“Kami di lapangan melihat langsung bagaimana para santri tetap semangat belajar dan menghafal Alquran meskipun dengan keterbatasan konsumsi harian mereka. Ini yang menggerakkan hati kami untuk terus menyalurkan beras terbaik agar kebutuhan pangan mereka bisa lebih tercukupi,” ujar Ahmad Nur.
Ia menambahkan, Gerakan Infaq Beras tidak hanya sekadar program berbagi, tetapi juga bentuk kepedulian jangka panjang terhadap generasi penghafal Alquran.
“Kami berharap masyarakat bisa terus mendukung gerakan ini. Karena dengan infaq beras yang disalurkan secara rutin, insyaAllah para santri bisa belajar dengan kondisi yang lebih sehat dan fokus,” tambahnya.
Memasuki bulan Ramadhan, para santri juga memiliki program rutin tahunan bertajuk Santri Berbagi Takjil yang direncanakan akan dilaksanakan pada 10 Maret mendatang. Program ini menjadi wujud kepedulian para santri untuk ikut berbagi kepada masyarakat sekitar.
PASKAS berharap dukungan masyarakat dan para donatur terus mengalir agar program distribusi beras maupun kegiatan berbagi takjil dapat berjalan berkelanjutan setiap tahunnya dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi para santri serta masyarakat yang membutuhkan. (RF)












Discussion about this post