TANAH KUNING — Haji Rusli Jabba, putra almarhum H. Jabba dan pemilik lahan di Kawasan Industri Hijau Tanah Kuning-Mangkupadi, pada Jumat (21/11/2025) kembali mendatangi kantor PT Indonesia Strategis Industri (PT ISI) di Jalan PU Poros Tanjung Selor–Tanah Kuning, Desa Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
Kedatangan Rusli bertujuan menagih sisa pembayaran lahan seluas puluhan hektare milik keluarganya yang telah diserahkan kepada PT ISI sejak lebih dari dua tahun lalu, namun hingga kini belum dilunasi sepenuhnya.
“Sampai hari ini yang sudah dibayar baru sekitar Rp100 juta, padahal nilai perjanjian awal Rp2,7 miliar, kemudian diturunkan menjadi Rp1,7 miliar dengan alasan dana sudah tersedia. Faktanya sampai sekarang belum juga dibayar lunas,” kata Rusli kepada wartawan di depan kantor PT ISI, Jumat siang.
Menurut Rusli, kekurangan pembayaran saat ini mencapai sekitar Rp831 juta. Pihak perusahaan, kata dia, pernah memberikan beberapa kuitansi bertanggal dengan janji pelunasan paling lambat 2 Oktober 2025, tetapi hingga memasuki akhir November 2025 janji tersebut tetap tidak ditepati.
“Kalau memang tidak bisa dibayar dalam waktu dekat, kembalikan saja 23 sertifikat tanah kami yang sudah mereka ambil. Kami tidak mau digantung terus seperti ini,” tegasnya.
Rusli mengaku keluarganya selama ini berusaha menjaga iklim kondusif bagi kehadiran investor di Tanah Kuning. Ia bahkan menyebut nama jalan “Haji Jabba” di kawasan itu diambil dari nama ayahandanya sebagai bukti kontribusi keluarga terhadap pembangunan daerah.
“Kami sangat mendukung investasi besar ini. Tapi kalau urusan hak masyarakat kecil saja tidak bisa diselesaikan, bagaimana investor lain akan percaya?” ujarnya.
Ia menyayangkan pernyataan pihak perusahaan dalam rapat dengar pendapat di DPRD Bulungan yang menyebut investasi triliunan rupiah akan segera masuk, sementara kewajiban kepada warga setempat justru terabaikan.
Rusli memberikan batas waktu kepada PT ISI hingga Sabtu, 22 November 2025, untuk memberikan kepastian jadwal pelunasan. “Besok pagi kami akan datang lagi. Kami hanya minta komitmen itu ditepati, tidak lebih,” tutupnya. (*)
Reporter : Arif Rusman












Discussion about this post