TARAKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan mengingatkan masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, khususnya gempa bumi yang belakangan ini terjadi di wilayah Kota Tarakan. Imbauan ini disampaikan pasca gempa yang mengguncang Tarakan pada 5 dan 8 November 2025.
Kepala BPBD Kota Tarakan, Yonsep, menjelaskan bahwa langkah utama yang perlu dilakukan masyarakat saat gempa terjadi adalah melindungi kepala dan mencari tempat yang aman. “Saat guncangan terjadi, lindungi kepala dan berlindung di bawah meja atau di dekat dinding yang kokoh. Itu langkah dasar yang harus dilakukan,” ujarnya.
Yonsep juga menegaskan bahwa masyarakat tidak dianjurkan untuk berlari ketika guncangan masih berlangsung. Menurutnya, tindakan tersebut justru dapat meningkatkan risiko cedera. “Jangan berlari saat gempa. Tunggu sampai guncangan berhenti, baru lakukan evakuasi jika diperlukan,” tambahnya.
Selain itu, ia mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir untuk lebih memahami tanda-tanda potensi tsunami. Ciri-ciri tersebut antara lain air laut yang tiba-tiba surut dan munculnya aroma amis yang tidak biasa. “Warga pesisir harus peka. Jika air tiba-tiba surut dan tercium bau amis, segera menjauh ke tempat yang lebih tinggi,” jelasnya.
Yonsep menyebutkan bahwa sekitar 60 persen warga Kota Tarakan bermukim di kawasan pesisir, sehingga kesadaran dan pengetahuan terkait mitigasi menjadi sangat penting. Ia menekankan perlunya masyarakat untuk proaktif mencari informasi mengenai kebencanaan dari sumber-sumber yang valid.
“Kami berharap masyarakat semakin peka dan aktif mencari informasi terkait mitigasi bencana, termasuk dari sumber-sumber terpercaya yang tersedia di internet,” tutupnya. (RF)












Discussion about this post