TARAKAN – Gelaran puncak Karya Kreatif Benuanta (KKB) 2025 di Tarakan Art and Convention Center (TACC) menjadi momentum strategis bagi Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) untuk memperkuat fondasi ekonomi inklusif.
Dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 4,54 persen (year-on-year/yoy) pada triwulan II-2025, naik dari 4,06 persen pada periode sebelumnya.
Kaltara menunjukkan ketahanan di tengah perlambatan global, didorong oleh sektor perdagangan, industri pengolahan, dan konsumsi rumah tangga yang solid di atas 5 persen.
Acara yang dihadiri Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang, Wali Kota Tarakan dr. Khairul, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pimpinan bank nasional dan asosiasi UMKM ini mengusung tema “UMKM Maju, Budaya Lestari, Ekonomi Tangguh”.
KKB ke-6 ini, yang sekaligus rayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kaltara ke-13, melibatkan 33 kementerian/lembaga dan 156 pelaku UMKM serta penggiat ekonomi kreatif, menegaskan peran sektor kecil-menengah sebagai katalisator pertumbuhan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta menyoroti ketangguhan Kaltara sebagai model ekonomi daerah perbatasan.
“Di tengah ketidakpastian global dan perlambatan nasional, ekonomi Kaltara tetap tangguh, dengan inflasi terjaga di 2,32 persen (yoy) per September 2025, masih dalam koridor sasaran nasional 2,5 persen ±1 persen,” ungkapnya.
Stabilitas harga ini, lanjutnya, menjadi pondasi utama bagi ekosistem bisnis yang inklusif, di mana UMKM berkontribusi signifikan terhadap PDB regional melalui inovasi dan digitalisasi.
BI berkomitmen penuh dalam pemberdayaan UMKM melalui inisiatif konkret di KKB 2025. Salah satunya, business matching yang mempertemukan pelaku usaha lokal dengan buyer domestik dan internasional, berpotensi ciptakan transaksi senilai miliaran rupiah.
Program outbound digital juga digulirkan untuk ekspansi pemasaran produk unggulan Kaltara, seperti kopi Malinau, batik lokal, dan olahan hasil laut. Semua diintegrasikan dalam skema Zona Khas yang tekankan kuliner halal, aman, dan sehat.
Pembinaan wastra melalui kelas desain fashion hingga level nasional menjadi sorotan, sejalan dengan agenda hilirisasi industri kreatif.
“Kolaborasi ini tak hanya tingkatkan daya saing, tapi juga bangun ekosistem ekonomi hijau, di mana UMKM terapkan prinsip keberlanjutan untuk jaga nilai tambah jangka panjang,” tambah Filianingsih.
Akselerasi keuangan digital menjadi highlight KKB, dengan pencapaian Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang impresif. Hingga Juli 2025, Kaltara catat 103.000 pedagang dan 127.000 pengguna QRIS, dengan volume transaksi 12,5 juta, melebihi target tahunan sebesar 218,05 persen.
Integrasi QRIS dalam acara seperti KKB dan Digi Sport, termasuk pembayaran retribusi pelabuhan yang jadi pendorong utama.
Proyeksi akhir tahun menargetkan peningkatan 20 persen lagi, didukung edukasi literasi digital melalui forum KKB.
Dengan pondasi pertumbuhan yang solid, Kaltara optimistis optimalkan potensi UMKM, ekonomi kreatif, dan syariah untuk kesejahteraan masyarakat.
“Dukungan kebijakan kondusif dari BI dan pemerintah daerah akan maksimalkan peluang ini, ciptakan multiplier effect bagi lapangan kerja dan ekspor daerah,” pungkas Filianingsih.
KKB 2025 tak hanya jadi ajang pameran, tapi blueprint bagi strategi ekonomi Kaltara pasca-pandemi. Di tengah target nasional kontribusi ekonomi kreatif 8 persen PDB, daerah perbatasan ini berpotensi jadi pusat inovasi, asal sinergi lintas sektor terus digalakan.
Investor dan pelaku bisnis disarankan pantau peluang di Kaltara dari hilirisasi komoditas hingga ekosistem digital yang matang. (*)
Reporter : Arif Rusman










Discussion about this post