TARAKAN – Dengan tema “Budaya Lestari, Ekonomi Tangguh”, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kalimantan Utara menggelar Karya Kreatif Benuanta (KKB) 2025 sebagai ajang pemberdayaan UMKM unggulan. Kegiatan berlangsung di Tarakan Art Convention Center (TACC) mulai 31 Oktober hingga 2 November 2025.
Acara ini, yang merupakan kegiatan flagship ke-6 sejak 2020, bertujuan memperkuat kapabilitas dan akses pasar bagi pelaku usaha kecil-menengah, sekaligus melestarikan budaya lokal sebagai nilai tambah kompetitif untuk ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Dalam sambutan yang dibacakan Kepala Deputi Perwakilan BI Kaltara, Seno Indarto, Kepala Perwakilan BI Kaltara, Hasiando Ginsar Manik, menekankan bahwa KKB 2025 hadir dengan inovasi segar untuk mendukung transformasi ekonomi nasional.
“Kami menghadirkan kompetisi e-sport yang melibatkan Gen Z dan Gen Alpha, sejalan dengan target sektor ekonomi kreatif menyumbang 8 persen terhadap PDB nasional dan menyerap lebih dari 27 juta tenaga kerja dalam lima tahun ke depan,” ujarnya.
Langkah ini mencerminkan adaptasi UMKM Kaltara terhadap tren digital, di mana sektor kreatif seperti fashion, kriya, kuliner, dan olahan lokal menjadi motor pertumbuhan inklusif.
Sejak diluncurkan di tengah pandemi 2020, KKB telah menjadi wadah bagi UMKM binaan BI dan mitra unggulan untuk eksposur pasar. Tahun ini, penekanan pada keberlanjutan (sustainability) menjadi sorotan, dengan peserta UMKM mulai menerapkan prinsip ekonomi hijau.
Selain itu, forum hak cipta dan merek diadakan untuk tingkatkan nilai tambah produk, sementara lomba tari tradisional dan video budaya memperkaya ekspresi lokal Kaltara dari wastra Dayak hingga festival gajanan.
“Ini bukan hanya pameran, tapi kolaborasi nyata antara BI, Pemerintah Provinsi, dan Kabupaten/Kota se-Kaltara untuk ciptakan ekosistem UMKM yang inovatif, digital, dan tangguh,” tambah Seno.
Rangkaian KKB 2025 dirancang komprehensif, mencakup tiga pilar utama. Pertama, pameran dan layanan masyarakat seperti Fair/Bazar UMKM, Gerakan Pangan Murah, Pagelaran Wastra, Festival Gajanan, Sertifikasi Halal, Donor Darah, serta Layanan Perbankan.
Kedua, forum edukatif termasuk Seminar Pembiayaan UMKM, Sekolah Jago Ekspor, Seminar Kekayaan Intelektual, Festival Literasi Rembu Kopi, dan Demo Masak Kreatif Pangan Lokal. Semua dirancang untuk perkuat literasi keuangan dan akses ekspor bagi pelaku usaha.
Pilar ketiga adalah kompetisi yang dinamis: Lomba Tari Tradisional, Late Art, Biji Kopi, E-Sport (Mobile Legends), dan Culture Video se-Kaltara, yang melibatkan generasi muda untuk infuskan semangat kreatif.
Acara ini akan dipuncaki dengan pendadakan MoU, business matching antara buyer dan UMKM se-Kaltara, serta penyerahan pembiayaan oleh perbankan, diakhiri hiburan budaya untuk rayakan kolaborasi.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan jadi katalisator bagi UMKM Kaltara, yang berkontribusi signifikan terhadap PDB daerah di tengah potensi pariwisata dan perbatasan. BI Kaltara mengajak masyarakat, khususnya warga lokal, untuk ramaikan acara dengan mencintai dan membeli produk UMKM, sekaligus dukung keuangan digital.
“Semangat kolaboratif ini fondasi utama bangun ekonomi tangguh, di mana budaya lestari jadi proposisi unik Kaltara,” tutup Seno.
Dengan sinergi ini, KKB 2025 tak hanya pamerkan karya terbaik, tapi juga tanamkan optimisme bagi UMKM menghadapi tantangan global seperti fluktuasi pasar dan digitalisasi.
Apresiasi disampaikan BI kepada Pemprov dan Pemda se-Kaltara, pebisnis UMKM, serta stakeholder yang terlibat. Harapannya, momentum ini lanjutkan pemberdayaan ekonomi dan pelestarian budaya, wujudkan Kaltara maju dan sejahtera di 2026. (*)
Reporter : Arif Rusman












Discussion about this post