TARAKAN – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Herman, dalam agenda reses menggelar pertemuan inspiratif dengan para anak muda Generasi Z di Kalimantan Utara (Kaltara).
Acara ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait pembangunan daerah dan isu-isu strategis yang relevan dengan masa depan Kaltara.
Dengan semangat kolaborasi, Herman berupaya menyerap ide-ide segar dari Gen Z untuk memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat nasional.
Herman menekankan pentingnya peran anak muda dalam membentuk arah pembangunan daerah. Ia mengapresiasi antusiasme Gen Z Kaltara yang dinilainya memiliki pandangan progresif dan inovatif.
“Generasi Z adalah agen perubahan. Kalian punya energi, kreativitas, dan visi yang bisa membawa Kaltara ke arah yang lebih baik. Saya di sini untuk mendengar dan memperjuangkan aspirasi kalian,” ujar Herman, Rabu (23/7/2025).
Komite III DPD RI, yang membidangi isu pendidikan, agama, kebudayaan, kesehatan, dan sosial, memiliki peran krusial dalam memastikan kebijakan nasional selaras dengan kebutuhan daerah.
Herman, sebagai senator dari Kaltara, memanfaatkan momentum ini untuk membuka dialog langsung dengan generasi muda, yang kini menjadi tulang punggung masa depan bangsa.
Para anak muda yang hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan sejumlah aspirasi yang mencerminkan tantangan dan harapan mereka. Salah satu isu utama yang mengemuka adalah akses pendidikan berkualitas di Kaltara.
Gen Z menyoroti perlunya peningkatan infrastruktur pendidikan, seperti akses internet yang memadai untuk pembelajaran daring, serta beasiswa bagi pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Selain itu, isu lapangan kerja juga menjadi perhatian serius. Gen Z Kaltara menginginkan adanya pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri lokal, seperti sektor perikanan, pariwisata, dan energi terbarukan.
Mereka juga berharap ada program inkubasi bisnis untuk mendukung wirausaha muda, mengingat potensi ekonomi Kaltara yang kaya akan sumber daya alam.
Menanggapi aspirasi tersebut, Herman menegaskan bahwa masukan dari anak muda akan menjadi prioritas dalam agenda kerjanya di DPD RI.
Ia berjanji untuk membawa isu-isu tersebut ke meja diskusi nasional, termasuk dalam rapat kerja Komite III dengan kementerian terkait, seperti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta Kementerian Agama.
“Kaltara punya potensi luar biasa, tapi kita perlu memastikan anak-anak muda di sini mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang. Saya akan dorong kebijakan yang mendukung pendidikan, keterampilan, dan pemberdayaan ekonomi lokal,” tegasnya.
Herman juga menyinggung pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah dan sektor swasta untuk mewujudkan aspirasi tersebut.
Ia mengajak Gen Z untuk terus aktif menyuarakan ide-ide mereka melalui forum-forum serupa atau media sosial, sehingga suara mereka dapat didengar lebih luas.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian aspirasi, tetapi juga momen untuk membangun semangat kebersamaan di kalangan anak muda Kaltara.
Herman mengajak para peserta untuk terlibat aktif dalam proses pembangunan daerah, baik melalui organisasi kepemudaan, komunitas, maupun inisiatif mandiri.
“Kalau bukan kalian yang membangun Kaltara, siapa lagi? Kalian adalah masa depan, tapi masa depan itu dimulai dari sekarang,” kata Herman.
Pertemuan ini mencerminkan komitmen DPD RI, khususnya Komite III, dalam memperjuangkan kepentingan daerah melalui pendekatan yang inklusif dan kolaboratif.
Herman berharap kegiatan seperti ini dapat rutin digelar untuk menjaga komunikasi yang erat antara senator dan konstituennya. Ia juga mengajak anak muda Kaltara untuk terus mengasah kreativitas dan keberanian dalam menyampaikan ide-ide mereka. (*)
Reporter : Arif Rusman













Discussion about this post