TARAKAN – Ketua Komisi II Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia, Dr. Ervan Ismail, mengapresiasi kehadiran bioskop XXI di Grand Tarakan Mall (GTM), Kota Tarakan, yang menjadi saluran hiburan bagi masyarakat. Dalam kunjungan kerja LSF ke XXI Tarakan, Ervan menyoroti antusiasme masyarakat, terutama saat musim liburan, di mana bioskop ramai dikunjungi keluarga untuk menonton film segala usia.
“Saya mengapresiasi kehadiran XXI yang mampu memberikan saluran hiburan masyarakat. Pas saya datang, memang ramai karena musim liburan, dan ada film-film untuk semua umur yang cocok ditonton bersama keluarga,” ujar Dr. Ervan Ismail.
Namun, Ervan juga mengimbau para orang tua untuk lebih selektif memilih film sesuai usia anak. Ia menegaskan pentingnya tidak membawa anak menonton film dengan klasifikasi usia dewasa, seperti 17 atau 21 tahun ke atas.
“Jangan memaksa pihak bioskop untuk mengizinkan anak menonton film dewasa. Pengelola bioskop yang mengingatkan juga jangan dimarahi,” tegasnya.
Ervan menambahkan, LSF terus mengampanyekan Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri agar masyarakat memahami pentingnya memilih tontonan sesuai usia.
“Kami hadir di Kota Tarakan, kota yang indah, untuk mengingatkan bahwa tidak semua film cocok untuk semua usia. Masyarakat perlu sadar memilah dan memilih tontonan sesuai klasifikasi usia,” katanya.
Komisi II LSF, yang membidangi sektor perekonomian, perdagangan, perindustrian, logistik, koperasi, pariwisata, keuangan daerah, perpajakan, retribusi, perbankan, perusahaan daerah, perusahaan patungan, dunia usaha, dan penanaman modal, berkomitmen untuk terus mensosialisasikan pentingnya kesadaran budaya sensor mandiri di kalangan masyarakat. (*)
Reporter : Arif Rusman









Discussion about this post