TARAKAN – Insiden gagal take off pesawat Super Air Jet di Bandara Juwata, Tarakan, Kalimantan Utara, menjadi sorotan publik. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran penumpang dan memicu pertanyaan tentang kondisi fasilitas bandara. Untuk menjawab keresahan tersebut, Bandara Juwata Tarakan memberikan keterangan resmi terkait kronologi, penyebab, hingga langkah penanganan yang dilakukan.
Kepala Bidang Teknik dan Operasi Bandara Juwata Tarakan, Fahrudin Rahmat, memaparkan bahwa insiden ini terjadi akibat kerusakan pada permukaan landasan pacu (runway).
“Secara garis besar, penundaan penerbangan disebabkan oleh adanya bagian runway yang terkelupas, ditambah dengan keberadaan Foreign Object Damage (FOD) atau benda asing di sekitar area yang rusak tersebut,” jelas Fahruddin dalam keterangannya kepada awak media, Kamis (5/6/2025).
Fahrudin menjelaskan, ketika masalah terdeteksi, tim operasional Bandara Juwata langsung bergerak cepat. Koordinasi segera dilakukan dengan kru pesawat Super Air Jet, termasuk pilot yang memutuskan untuk mengembalikan pesawat ke apron.
“Pilot memilih kembali ke apron untuk menunggu penanganan lebih lanjut sembari melakukan pengisian bahan bakar ulang,” ujarnya.
Langkah awal penanganan dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Tim operasional bandara berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk otoritas penerbangan terkait, untuk memastikan situasi terkendali.
“Kami melakukan langkah-langkah mitigasi awal dan memastikan semua prosedur dijalankan sesuai standar keselamatan penerbangan,” tambah Fahruddin.
Selain itu, bandara menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM), yaitu pemberitahuan resmi kepada maskapai penerbangan terkait kondisi fasilitas, prosedur, atau gangguan operasional.
“NOTAM ini kami keluarkan setelah berkoordinasi dengan Airnav Tarakan dan Airnav Balikpapan untuk memastikan informasi sampai ke semua pihak yang relevan,” jelas Fahrudin.
Setelah dilakukan analisis awal, otoritas bandara menetapkan bahwa panjang landasan pacu yang masih dapat digunakan adalah sekitar 2.050 meter. Keputusan ini diambil untuk memastikan keselamatan penerbangan sambil menunggu perbaikan area yang rusak.
“Kami melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi runway untuk memastikan operasional tetap aman,” ungkap Fahrudin.
Pilot Super Air Jet kemudian menghitung ulang parameter penerbangan, menyesuaikan dengan kondisi landasan pacu yang tersedia.
“Setelah memastikan semua parameter aman, pilot menyatakan bahwa pesawat mampu melanjutkan penerbangan dengan kondisi runway tersebut,” kata Fahrudin.
Hasilnya, pada pukul 20.40 WITA, pesawat Super Air Jet akhirnya berhasil lepas landas menuju Balikpapan.
“Alhamdulillah, penerbangan dapat dilanjutkan tanpa kendala lebih lanjut,” tambahnya.
Fahrudin menegaskan bahwa kejadian seperti ini merupakan bagian dari dinamika operasional di lapangan yang tidak dapat dihindari sepenuhnya.
“Kondisi seperti kerusakan permukaan runway atau adanya FOD memang sangat mungkin terjadi karena intensitas aktivitas di bandara,” ujarnya.
Namun, ia menegaskan bahwa Bandara Juwata memiliki kesiapan penuh untuk menangani situasi tersebut.
“Kami selalu mengacu pada SOP dan siap melakukan penanganan cepat untuk setiap anomali yang terjadi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Fahrudin menjelaskan bahwa insiden ini juga menjadi pelajaran penting untuk terus meningkatkan pengawasan dan perawatan fasilitas bandara.
“Kami tidak hanya fokus pada penanganan saat kejadian, tetapi juga mitigasi jangka panjang agar kejadian serupa dapat dicegah di masa depan,” katanya.
Tim teknis Bandara Juwata bergerak cepat untuk memperbaiki kerusakan permukaan runway. “Pekerjaan perbaikan selesai pada pukul 23.30 WITA. Setelah itu, kami melakukan pembersihan menyeluruh dan inspeksi akhir,” jelas Fahrudin.
Pada pukul 24.00 WITA, runway dinyatakan kembali beroperasi normal. “Keesokan paginya, operasional penerbangan di Bandara Juwata sudah kembali berjalan sesuai jadwal,” tambahnya.
Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya koordinasi dan respons cepat dalam menangani situasi darurat di bandara. Bandara Juwata menegaskan komitmennya untuk terus menjaga standar keselamatan penerbangan.
“Kami akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan fasilitas untuk mendukung operasional yang aman dan lancar,” tutur Fahrudin.
Kejadian ini juga menunjukkan pentingnya kerja sama antara otoritas bandara, maskapai, dan pihak terkait seperti Airnav dalam memastikan kelancaran operasional penerbangan.
Dengan penanganan yang profesional dan sesuai prosedur, insiden ini berhasil diselesaikan tanpa menimbulkan dampak yang lebih serius. Bandara Juwata pun kembali beroperasi normal, memberikan rasa aman bagi penumpang dan maskapai yang beroperasi di sana. (*)
Penulis : Arif Rusman









Discussion about this post