TARAKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan sukses menggelar panen raya puluhan kilogram ikan air tawar, seperti nila, lele, dan patin, di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (S.A.E), Sabtu (24/5/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di bidang agribisnis, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Kepala Lapas Tarakan, Jupri, menjelaskan bahwa panen raya ini menjadi bukti keberhasilan program pembinaan kemandirian bagi narapidana, khususnya melalui program asimilasi kerja luar.
“Kegiatan ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1999. Budidaya ikan dilakukan sepenuhnya oleh WBP dengan pengawasan petugas, sebagai bagian dari reintegrasi mereka ke masyarakat,” ujar Jupri.
Jupri menambahkan, program ini mendukung arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, untuk memberdayakan WBP dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Ikan-ikan yang dipanen kali ini merupakan hasil budidaya selama 2-4 bulan di kolam S.A.E.
“Hasil panen dipasarkan secara konvensional ke masyarakat umum dan melalui kemitraan,” tambahnya.
Selain meningkatkan keterampilan WBP, program ini juga menghasilkan premi dari penjualan produk, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), hingga bantuan sosial berupa produk pangan untuk keluarga WBP yang membutuhkan.
“Kami berharap produk unggulan S.A.E ini dapat terus berkelanjutan, memberikan dampak positif bagi masyarakat, serta memperkuat ketahanan pangan,” tutup Jupri.
Dengan semangat reintegrasi dan pemberdayaan, Lapas Tarakan terus berkomitmen menciptakan WBP yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat. (*)









Discussion about this post