• Iklan & Advetorial
  • Redaksi & Manajemen
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
No Result
View All Result
Tarakan TV
Advertisement Banner
  • Home
  • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • ADV
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Budaya
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Tarakan TV
  • Opini
Tarakan TV
  • Home
  • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • ADV
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Budaya
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Tarakan TV
  • Opini
No Result
View All Result
Tarakan TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
  • Tarakan TV
  • Opini
Home Tarakan

Perjuangan Indah Melya Sari: Jihad Profesi di Tengah Dentuman Bom Gaza

by Arif Rusman
26/04/2025
in Tarakan
A A
Perjuangan Indah Melya Sari: Jihad Profesi di Tengah Dentuman Bom Gaza

TARAKAN – Di tengah riuh suara bom dan kepungan konflik, seorang bidan muda dari Indonesia, Indah Melya Sari, memilih untuk berada di garis depan kemanusiaan.

Anak kedua dari empat bersaudara ini meninggalkan kenyamanan hidupnya di Tarakan, Kalimantan Utara, untuk bergabung sebagai relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia di Gaza, Palestina. Perjuangannya bukan sekadar soal profesi, tetapi panggilan jiwa yang ia sebut sebagai jihad profesi.

Baca Juga

Wali Kota Tarakan Hadiri Maulid Arbain Malam ke-40

Labkesda Tarakan Optimalkan Layanan Kesehatan

Pemkot Tarakan Terus Kembangkan Infrastruktur Digital dan SDM

Indah, lulusan Madrasah Aliyah Negeri Tarakan tahun 2012, melanjutkan pendidikannya di jurusan kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Samarinda dan lulus pada 2015. Sejak September 2016, ia bekerja di RSUD Dr. Haji Jusuf SK di Tarakan, hingga akhirnya memutuskan berangkat ke Gaza pada Februari 2025.

“Saya tahu MER-C saat pandemi COVID-19. Sejak SMP, saya sudah ingin menyuarakan Palestina. Ketika bertemu MER-C, saya merasa ini sejalan dengan niat saya,” ungkap Indah.

Perjalanan menuju Gaza bukan tanpa rintangan. Ini adalah kali kedua Indah mendaftar sebagai relawan MER-C, dan akhirnya ia diterima sebagai bagian dari Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-8, satu-satunya NGO yang diakui WHO sebagai tim medis darurat di Gaza.

Bersama tim, ia berangkat dari Jakarta pada 29 Februari 2025, memasuki Gaza melalui perbatasan Karemsalom dari Yordania pada 4 dan 6 Maret 2025. Tim terdiri dari lima orang, dokter Tonggo Meaty Fransisca (ketua tim), dokter Miftahul Masruri, spesialis anestesi dokter Wayu Bimantoro, Perawat Ade Andrian, dan termasuk Indah sebagai bidan.

Ceasefire yang Rapuh dan Dentuman Bom

Saat tiba di Gaza Utara, Indah dan tim disambut suasana gencatan senjata (ceasefire). Warga Gaza mulai kembali ke aktivitas normal: pergi ke pasar, menjalani kehidupan layaknya manusia biasa. Namun, kedamaian itu hanya sesaat. Pada 18 Maret 2025, pukul satu dini hari, suara bom mengguncang Gaza Utara, wilayah yang sudah hancur 98 persen akibat konflik berkepanjangan.

“Kami dengar berita dari WHO bahwa Israel menghentikan gencatan senjata. Rasa cemas dan takut pasti ada, tapi dukungan warga lokal dan ketua tim membuat kami kuat,” cerita Indah.

Di tengah kepungan bom yang nyaris tak berhenti selama 24 jam, Indah dan tim bergerak cepat ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pasien membanjir, banyak di antaranya korban luka berat, termasuk anak-anak dan perempuan. “Awalnya, 11 orang syahid, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Luka-lukanya parah, ada yang kakinya hancur,” ujarnya dengan nada pilu.

Menurut warga lokal, serangan pasca-gencatan senjata ini adalah yang terburuk. “Bom dijatuhkan secara acak, tanpa peringatan. Mereka bilang ini senjata terbaru, F-35,” ungkap Indah, mengutip cerita warga. Kondisi ini berbeda dari sebelumnya, ketika Israel memberi peringatan 24 jam sebelum menyerang suatu lokasi.

Jihad Profesi dan Kepekaan Kemanusiaan

Meski berada di tengah situasi mencekam, Indah dan tim MER-C tak hanya fokus pada tugas medis. Mereka juga membantu mendistribusikan makanan, kain kafan, dan mendukung pembangunan kembali Rumah Sakit Indonesia yang hancur sebelum gencatan senjata. “Kami adalah unpet volunteer, tanpa bayaran. Ini jihad profesi,” tegas Indah.

Namun, perjuangan ini tak lepas dari tantangan pribadi. Awalnya, orang tua Indah menolak keberangkatannya ke Gaza. “Wajar, mereka khawatir. Tapi alhamdulillah, Allah memberikan ridho melalui restu orang tua saya malam itu,” kenangnya.

Di Gaza, Indah menyaksikan langsung dampak perang yang menghancurkan: dari bayi dalam kandungan hingga orang dewasa, tak ada yang luput dari luka konflik. “Yang paling banyak syahid di depan mata kami adalah perempuan dan anak-anak,” ujarnya.

Sementara itu, stok peralatan medis di Gaza menipis hingga tersisa 50 persen, dan bantuan kemanusiaan terhambat karena perbatasan ditutup.

Pesan dari Gaza: Kami Tidak Lari

Saat tiba waktunya meninggalkan Gaza, warga setempat bertanya, “Kenapa kalian keluar?” Dengan tegas, ketua tim menjawab “Kami tidak lari. Kami keluar untuk menyuarakan perjuangan saudara-saudara kita di Gaza kepada dunia, kepada bangsa Indonesia.”

Bagi Indah, pengalaman di Gaza mengajarkannya tentang ketabahan dan kepekaan kemanusiaan. “Rasa takut awalnya ada, tapi karena profesi kami dibutuhkan, rasa itu hilang. Kami merasa diizinkan Allah untuk berada di sini,” tuturnya.

Kini, Indah kembali ke Indonesia dengan misi baru: menyampaikan realitas Gaza kepada dunia. Ia berharap bantuan kemanusiaan dapat kembali mengalir, perbatasan dibuka, dan agresi Israel dihentikan.

“Saudara-saudara kita di Gaza masih berjuang. Jangan lupakan mereka,” pesannya.

Melalui perjuangan Indah dan tim MER-C, dunia diajak untuk melihat bahwa di tengah dentuman bom, masih ada harapan yang diperjuangkan dengan penuh keberanian dan keikhlasan. (*)

Reporter : Arif Rusman

Tags: GazaMER-CPalestinaTarakan

Related Posts

Wali Kota Tarakan Hadiri Maulid Arbain Malam ke-40

Wali Kota Tarakan Hadiri Maulid Arbain Malam ke-40

by Rengga Kozazih
22/09/2026
0

TARAKAN – Suasana keagamaan mewarnai kegiatan Pengajian Rutin Majelis Taklim Asbabul Mustafa Lil Khairat yang dirangkaikan dengan Maulid Arbain malam...

Labkesda Tarakan Optimalkan Layanan Kesehatan

Labkesda Tarakan Optimalkan Layanan Kesehatan

by Rengga Kozazih
22/09/2026
0

Labkesda Tarakan Optimalkan Layanan Kesehatan TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui Laboratorium...

Pemkot Tarakan Terus Kembangkan Infrastruktur Digital dan SDM

Pemkot Tarakan Terus Kembangkan Infrastruktur Digital dan SDM

by Rengga Kozazih
22/09/2026
0

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan terus mendorong berbagai langkah untuk mendukung terwujudnya konsep smart city di Kota Tarakan. Upaya tersebut...

Rumkital Ilyas Tarakan Bekali Siswa SMA dengan Pelatihan BHD

Rumkital Ilyas Tarakan Bekali Siswa SMA dengan Pelatihan BHD

by Rengga Kozazih
20/09/2026
0

TARAKAN – Rumah Sakit TNI Angkatan Laut (Rumkital) Ilyas Tarakan memberikan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) kepada siswa SMA di...

Muhammad Hasbi Hasyim Pimpin KKSS Tarakan Periode 2026–2031

Muhammad Hasbi Hasyim Pimpin KKSS Tarakan Periode 2026–2031

by Rengga Kozazih
20/09/2026
0

TARAKAN – Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Tarakan resmi memiliki kepengurusan baru untuk masa bakti...

BAZNAS Tarakan Hadirkan Layanan Home Care Gratis bagi Dhuafa

BAZNAS Tarakan Hadirkan Layanan Home Care Gratis bagi Dhuafa

by Rengga Kozazih
18/09/2026
0

TARAKAN – Kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu terus diwujudkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tarakan melalui program layanan kesehatan...

Next Post
PAN Kaltara Solid, Bidik Empat Besar Nasional

PAN Kaltara Solid, Bidik Empat Besar Nasional

Azmir Terpilih sebagai Ketua Tidar Kaltara, Rahayu Saraswati Dorong Generasi Muda Berpolitik dengan Integritas

Azmir Terpilih sebagai Ketua Tidar Kaltara, Rahayu Saraswati Dorong Generasi Muda Berpolitik dengan Integritas

TIDAR di Tangan Azmir: Ubah Stigma Politik Anak Muda Kaltara

TIDAR di Tangan Azmir: Ubah Stigma Politik Anak Muda Kaltara

Discussion about this post

Popular Post

  • Wali Kota Tarakan Hadiri Maulid Arbain Malam ke-40

    Wali Kota Tarakan Hadiri Maulid Arbain Malam ke-40

    332 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Labkesda Tarakan Optimalkan Layanan Kesehatan

    332 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Pemkot Tarakan Terus Kembangkan Infrastruktur Digital dan SDM

    332 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Rumkital Ilyas Tarakan Bekali Siswa SMA dengan Pelatihan BHD

    336 shares
    Share 134 Tweet 84
  • Muhammad Hasbi Hasyim Pimpin KKSS Tarakan Periode 2026–2031

    339 shares
    Share 136 Tweet 85
Memberikan informasi terkini dan akurat. dengan slogan "Terdepan, Melayani Sepenuh Hati" menjadi semangat kami dalam menyampaikan informasi kepada pembaca

Rubrik

  • Budaya
  • Bulungan
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kaltara
  • Kesehatan
  • Malinau
  • Nasional
  • Nunukan
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Politik
  • Tana Tidung
  • Tarakan
  • Tarakan TV

Berita Terbaru

Wali Kota Tarakan Hadiri Maulid Arbain Malam ke-40

Wali Kota Tarakan Hadiri Maulid Arbain Malam ke-40

22/09/2026
Labkesda Tarakan Optimalkan Layanan Kesehatan

Labkesda Tarakan Optimalkan Layanan Kesehatan

22/09/2026
  • Iklan & Advetorial
  • Redaksi & Manajemen
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan

© 2025 Perumda Tarakan Media Telekomunikasi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • ADV
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Budaya
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Tarakan TV
  • Opini

© 2025 Perumda Tarakan Media Telekomunikasi.