TARAKAN – Wali Kota Tarakan, Khairul, mengajak masyarakat menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang berakhlak, harmonis, dan penuh kepedulian. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-24 Tingkat Kecamatan Tarakan Timur Tahun 2026, di halaman Kantor Kecamatan Tarakan Timur.
Dalam kesempatan itu, Khairul mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan MTQ selama empat hari, mulai 16 hingga 19 Oktober 2026. Apresiasi disampaikan kepada panitia penyelenggara, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), dewan hakim, para pembina, serta pihak-pihak lain yang turut mendukung kegiatan tersebut.
Ia juga menyampaikan selamat kepada Kelurahan Mamburungan yang berhasil meraih predikat juara umum. Sementara itu, seluruh peserta diharapkan tetap menjadikan pengalaman mengikuti MTQ sebagai motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan dalam memahami serta membaca Al-Qur’an.
Menurut Khairul, keberhasilan penyelenggaraan MTQ tidak semata-mata diukur dari siapa yang memperoleh gelar juara, tetapi juga dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan mendorong pengamalan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menekankan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an perlu diwujudkan melalui perilaku nyata, seperti kejujuran, menjaga kebersihan, mempererat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menghormati sesama.
“Menjadi juara itu penting, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Itulah juara yang sejati,” tegas Khairul.
Lebih lanjut, Khairul menilai pembinaan generasi Qur’ani perlu dilakukan secara berkesinambungan agar potensi anak-anak dan generasi muda di Kota Tarakan dapat terus berkembang. Dalam hal ini, peran sekolah, pondok pesantren, keluarga, serta lingkungan masyarakat dinilai penting untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.
Ia berharap para peserta yang berhasil meraih prestasi dapat mempersiapkan diri untuk mengikuti MTQ tingkat Kota Tarakan hingga tingkat Provinsi Kalimantan Utara. Persiapan tersebut perlu didukung dengan latihan yang konsisten, pembinaan yang terarah, dan pendampingan dari para pembina.
Di sisi lain, peserta yang belum meraih juara juga diharapkan tidak berkecil hati. Menurutnya, MTQ merupakan kesempatan untuk menambah pengalaman, memperdalam pemahaman agama, dan mengembangkan kemampuan yang dapat menjadi bekal untuk mengikuti perlombaan pada masa mendatang.
Khairul juga mengingatkan bahwa pengamalan ajaran Al-Qur’an memiliki makna yang lebih luas dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi landasan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan semangat kebangsaan, serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Tarakan.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun selama pelaksanaan MTQ dapat terus dipelihara, sehingga masyarakat mampu hidup berdampingan dengan saling menghormati tanpa membedakan agama, suku, maupun latar belakang.
Melalui penyelenggaraan MTQ ke-24 Tingkat Kecamatan Tarakan Timur ini, Pemerintah Kota Tarakan berharap pembinaan keagamaan dapat terus berkembang dan melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi dalam membaca Al-Qur’an, tetapi juga memiliki akhlak mulia serta mampu menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, MTQ diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun Kota Tarakan yang religius, rukun, dan harmonis, sekaligus memperkuat karakter masyarakat yang menjunjung tinggi nilai moral dan persaudaraan. (RF)








Discussion about this post