TARAKAN – Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, secara resmi menutup Lomba Cerdas Cermat Museum tingkat SLTP sederajat se-Kota Tarakan Tahun 2025, sekaligus menyerahkan piala penghargaan kepada para pemenang, Kamis (12/6/2025).
Acara yang berlangsung meriah di Balai Adat Tidung dan Budaya Tarakan ini menjadi penutup rangkaian kegiatan yang bertujuan memperkaya wawasan sejarah dan budaya di kalangan pelajar.
Lomba ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Tarakan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Adat Tidung dan Budaya serta Museum Sejarah Tarakan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menanamkan nilai-nilai sejarah dan budaya kepada generasi muda, sekaligus mempromosikan peran museum sebagai pusat pembelajaran yang hidup dan interaktif.
Dalam sambutannya, Ibnu Saud menyampaikan bahwa lomba cerdas cermat ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga wadah untuk memperkuat rasa cinta dan kebanggaan terhadap warisan sejarah dan budaya Tarakan. Ia menekankan bahwa museum bukan hanya tempat menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi juga ruang edukasi yang mampu menghidupkan kembali jejak masa lalu untuk menginspirasi generasi masa kini.
“Museum adalah jendela sejarah yang harus kita jaga dan manfaatkan. Melalui lomba ini, saya berharap adik-adik pelajar dapat lebih mengenal dan mencintai kekayaan budaya Tarakan, sehingga nilai-nilai luhur ini dapat terus diwariskan,” ujar Ibnu.
Ia juga memberikan semangat kepada para peserta yang belum meraih juara.
“Kepada adik-adik yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Kegagalan adalah bagian dari proses belajar. Jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus berprestasi di masa depan,” tambahnya.
Lomba yang diikuti oleh sejumlah sekolah menengah pertama di Kota Tarakan ini menetapkan SMP Negeri 12 Tarakan sebagai Juara 1, setelah berhasil menunjukkan performa gemilang dalam menjawab berbagai pertanyaan seputar sejarah dan budaya.
Posisi Juara 2 diraih oleh SMP IT Ulul Albab Tarakan, sementara SMP Negeri 2 Tarakan harus puas di peringkat ketiga. Para pemenang mendapatkan piala, piagam penghargaan, dan hadiah lainnya sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka.
Dengan berakhirnya lomba ini, Pemerintah Kota Tarakan berharap semangat pelajar untuk terus menggali pengetahuan tentang sejarah dan budaya tidak berhenti di sini.
Balai Adat Tidung dan Budaya serta Museum Sejarah Tarakan akan terus membuka pintu bagi pelajar dan masyarakat umum untuk belajar lebih dalam tentang warisan budaya yang menjadi kebanggaan kota ini. (*)
Reporter : Arif Rusman











Discussion about this post