TARAKAN – Pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) terus memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar di Indonesia. Termasuk pada wilayah-wilayah perbatasan yang ada di Kalimantan Utara (Kaltara) yang akan terus dipastikan ketersediaannya sesuai kebutuhan masyarakat.
Bank Indonesia senantiasa memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah perbatasan dengan jenis pecahan dan nominal yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Untuk wilayah terdepan, terpencil dan terluar (3T), termasuk lintas batas negara, pemenuhan dilakukan langsung oleh BI melalui kegiatan kas keliling serta bekerjasama dengan perbankan.
Edukasi penggunaan Rupiah pun terus digalakkan. Termasuk daerah perbatasan mencakup informasi mengenai Kewajiban Penggunaan uang Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Utara (Kaltara) menjelaskan untuk meningkatkan penggunaan rupiah perlu kerjasama seluruh pihak.
Guna mengetahui penggunaan rupiah disuatu daerah, BI Kaltara sendiri menjalin kerjasama dengan lembaga independen dalam melakukan penelitian seberapa besar transaksi rupiah.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Utara (Kaltara) Teddy Arief Budiman Kegiatan Media Briefing di Milo Caffe pada Kamis (6/1/2022).
“Kami (BI Kaltara) bekerja sama dengan lembaga independen, karena yang melakukan penelitian seberapa besar transaksi rupiah disuatu daerah itu bukan BI,” Ujar Teddy.
Teddy mengungkapkan, persentase penggunaan rupiah di Kaltara mulai tahun 2017 hingga 2021 sebesar 93 persen.
Disamping memastikan kebutuhan uang rupiah di wilayah perbatasan tercukupi, BI Kaltara juga terus menggenjot penggunaan rupiah melalui transaksi digital.
“Kami juga melakukan pendekatan teknologi dengan QRIS agar bisa dipastikan bahwa transaksi tersebut adalah rupiah,” tutur Teddy.
Bank Indonesia menegaskan, pihaknya terus menggenjot penggunaan rupiah di Kaltara terus meningkat hingga 100 persen.
“93 bukan angka kepuasan, kami terus memastikan transaksi penggunaan rupiah hingga 100 persen,” Tutupnya.










Discussion about this post