TARAKAN – Konstelasi politik di Pilkada Tarakan belakangan ini memunculkan nama figur baru, yakni Riski Sovayunanto atau yang dibranding dengan Mas Dosen. Ia juga menyatakan niatnya serius untuk ikut dalam Pilkada sebagai calon Wali Kota.
“Sejauh ini serius, kan kita sudah mulai beberapa bulan lalu persiapan. Kalau ditanya keseriusan, Alhamdulillah kita serius. Kita ikut (penjaringan) di beberapa parpol. Kalau bisa sih kita juga sambil melihat peluang, bagaimana terjalin komunikasi politik,” kata dia.
Hingga saat ini Riski “Mas Dosen” sudah mengikuti proses penjaringan parpol. Partai Golkar adalah salah satu parpol yang terpublish, namun masih banyak parpol lain yang sengaja enggan dipublikasi oleh Riski “Mas Dosen”.
“Semua sama parpol tertarik, karena setiap parpol punya karakteristik yang khas. Apalagi visi misi tujuannya untuk kebaikan daerah. Tinggal nanti kita lihat pola yang dibentuk dari setiap parpol ini seperti apa,” jelas Riski.
Keseriusan Riski “Mas Dosen” sampai saat ini masih menginginkan posisi sebagai Calon Wali Kota. Namun dengan melihat dinamika terkini, ia pun tak menolak jika konstelasi menunjukkan posisi realistisnya adalah Calon Wakil Wali Kota.
“Kalau sejauh ini kita masih berusaha di 01. Tetapi ya kita juga tidak boleh terlalu egois dengan keinginan, kalau harus misalnya menjadi 02 itu juga tetap kita lakukan,” terangnya.
Komunikasi ke beberapa figur juga mulai terjalin. Keseriusan Riski “Mas Dosen” dibarengi dengan upaya membangun jejaring politik, dalam rangka menggaet pasangan di Pilkada Tarakan.
“Alhamdulillah sudah kita lakukan lewat tim, pendekatan melalui sesama tim, langsung pertemuan juga ada. Pendekatan dulu, kalau ngobrolnya nyambung ya lanjut. Menentukan serius maju atau tidak, itu butuh tanda-tanda. Sampe 5 tanda-tanda baru saya ambil keputusan. Tekanan untuk maju itu mulai dari Februari 2024,” ucapnya.
Riski “Mas Dosen” juga berencana membangun komunikasi dengan petahana, dr Khairul. Hingga saat ini komunikasi dengan dr Khairul memang belum dilakukan, namun akan diupayakan dalam rangka silaturahmi politik.
“Kalau komunikasi dengan incumbent sampai sekarang belum. Ada, ada niatan, namanya kita masih muda tetap butuh arahan. Artinya sowan politik lah, silaturahmi. Beliau (Khairul) tokoh, senior politik,” tukasnya. (*)
TARAKAN – Konstelasi politik di Pilkada Tarakan belakangan ini memunculkan nama figur baru, yakni Riski Sovayunanto atau yang dibranding dengan Mas Dosen. Ia juga menyatakan niatnya serius untuk ikut dalam Pilkada sebagai calon Wali Kota.
“Sejauh ini serius, kan kita sudah mulai beberapa bulan lalu persiapan. Kalau ditanya keseriusan, Alhamdulillah kita serius. Kita ikut (penjaringan) di beberapa parpol. Kalau bisa sih kita juga sambil melihat peluang, bagaimana terjalin komunikasi politik,” kata dia.
Hingga saat ini Riski “Mas Dosen” sudah mengikuti proses penjaringan parpol. Partai Golkar adalah salah satu parpol yang terpublish, namun masih banyak parpol lain yang sengaja enggan dipublikasi oleh Riski “Mas Dosen”.
“Semua sama parpol tertarik, karena setiap parpol punya karakteristik yang khas. Apalagi visi misi tujuannya untuk kebaikan daerah. Tinggal nanti kita lihat pola yang dibentuk dari setiap parpol ini seperti apa,” jelas Riski.
Keseriusan Riski “Mas Dosen” sampai saat ini masih menginginkan posisi sebagai Calon Wali Kota. Namun dengan melihat dinamika terkini, ia pun tak menolak jika konstelasi menunjukkan posisi realistisnya adalah Calon Wakil Wali Kota.
“Kalau sejauh ini kita masih berusaha di 01. Tetapi ya kita juga tidak boleh terlalu egois dengan keinginan, kalau harus misalnya menjadi 02 itu juga tetap kita lakukan,” terangnya.
Komunikasi ke beberapa figur juga mulai terjalin. Keseriusan Riski “Mas Dosen” dibarengi dengan upaya membangun jejaring politik, dalam rangka menggaet pasangan di Pilkada Tarakan.
“Alhamdulillah sudah kita lakukan lewat tim, pendekatan melalui sesama tim, langsung pertemuan juga ada. Pendekatan dulu, kalau ngobrolnya nyambung ya lanjut. Menentukan serius maju atau tidak, itu butuh tanda-tanda. Sampe 5 tanda-tanda baru saya ambil keputusan. Tekanan untuk maju itu mulai dari Februari 2024,” ucapnya.
Riski “Mas Dosen” juga berencana membangun komunikasi dengan petahana, dr Khairul. Hingga saat ini komunikasi dengan dr Khairul memang belum dilakukan, namun akan diupayakan dalam rangka silaturahmi politik.
“Kalau komunikasi dengan incumbent sampai sekarang belum. Ada, ada niatan, namanya kita masih muda tetap butuh arahan. Artinya sowan politik lah, silaturahmi. Beliau (Khairul) tokoh, senior politik,” tukasnya. (*)









Discussion about this post