TARAKAN – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimut) 8 memastikan distribusi elpiji subsidi 3 kilogram di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.
Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah serta pengawasan ketat di lapangan bersama instansi terkait.
Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Kaltimut 8, Seftian Reza Pangestu, mengatakan pihaknya rutin berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Koordinasi ini mencakup inspeksi bersama untuk memastikan penyaluran elpiji sesuai ketentuan.
“Kami selalu berkoordinasi dengan pemda, baik Pemprov maupun Disperindag, termasuk OPD lainnya. Sidak bersama dan pengecekan langsung di lapangan juga rutin dilakukan,” ujar Seftian.
Saat ini, terdapat lebih dari 400 pangkalan elpiji yang tersebar di seluruh wilayah Kota Tarakan. Jumlah ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas distribusi.
“Pangkalan di Tarakan sudah merata dan jumlahnya memadai. Kami akan konfirmasi lagi angka pastinya, tetapi secara umum kapasitasnya mencukupi,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi praktik penyimpangan, Pertamina bersama agen rutin memantau aktivitas pangkalan.
“Jika ada indikasi ketidaksesuaian, kami langsung cek di lapangan. Jika terbukti melanggar, kami tindak sesuai aturan. Agen juga diminta aktif mengawasi distribusi di wilayahnya,” tegas Seftian.
Kuota elpiji subsidi di Tarakan ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas), berkisar antara 280–300 metrik ton per bulan atau setara 96.000–97.000 tabung.
Dalam sehari, sekitar 3.800–4.000 tabung disalurkan, kecuali pada hari libur. Sementara itu, elpiji nonsubsidi tidak memiliki batasan kuota karena menyesuaikan permintaan pasar.
“Dengan pola distribusi ini, kami berupaya menjaga ketersediaan elpiji subsidi. Masyarakat diimbau membeli di pangkalan resmi untuk mendapatkan harga sesuai dan memastikan penyaluran tepat sasaran,” tutup Seftian. (*)
Reporter : Arif Rusman











Discussion about this post