Tarakan – Pertamina melalui Subholding dan anak usahanya kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat di Kalimantan Utara (Kaltara), provinsi yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina melaksanakan berbagai kegiatan yang menyasar bidang kesehatan, lingkungan, dan pendidikan.
Program ini digagas bersama PT Pertamina Bina Medica IHC, PT Pertamina EP Tarakan Field, serta Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tarakan. Rangkaian kegiatan meliputi peningkatan kapasitas kader posyandu untuk pencegahan stunting, pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi pelajar SMP di kawasan rawan bencana, hingga gerakan penghijauan dengan penanaman tanaman obat di posyandu.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Tarakan, Alias, bertempat di Rumah Sakit Pertamina Tarakan, Kamis (28/9/2025).



Komitmen Keberlanjutan
Manager Corporate Communication PT Pertamina Bina Medica IHC, Partaonan Doly Pane menegaskan, program TJSL ini dirancang berkesinambungan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Insya Allah kegiatan ini tidak berhenti di tahun ini saja. Tahun depan kita akan datang lagi untuk melihat sejauh mana dampaknya, apakah angka stunting menurun, serta sejauh mana siswa bisa menerapkan pengetahuan BHD yang sudah dipelajari,” ujarnya.
Menurut Doly Pane, Tarakan dipilih sebagai salah satu dari 10 lokasi pelaksanaan program TJSL nasional karena keberadaan Rumah Sakit Pertamina yang memiliki fasilitas memadai serta tenaga medis profesional.
Fokus pada Pencegahan Stunting
Direktur RS Pertamina Tarakan, dr. Nanang Sugiarto, MARS, menjelaskan bahwa salah satu fokus utama adalah upskill kader posyandu agar lebih sigap mengenali gejala stunting sejak dini.
“Kalau ciri-cirinya diketahui lebih awal, penanganan bisa segera dilakukan. Baik lewat pemberian nutrisi, pendampingan ibu hamil, hingga pemantauan balita,” kata dr. Nanang.
Lebih dari 30 kader dari 15 posyandu hadir dalam kegiatan ini. Selain itu, program Posyandu Hijau juga mengajak mereka menanam tanaman obat seperti kumis kucing dan daun mint yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.
Edukasi Pelajar SMP
Selain untuk posyandu, pelatihan juga menyasar siswa SMP di daerah rawan bencana. Mereka diajarkan cara memberikan pertolongan pertama dengan benar agar bisa menolong korban gawat darurat sebelum dibawa ke rumah sakit.
“Keberhasilan penyelamatan pasien sering ditentukan oleh pertolongan pertama. Karena itu penting anak-anak sudah menguasainya sejak dini,” jelas dr. Nanang.
Dukungan Pemangku Kepentingan
Head Official Medical PT Pertamina EP Tarakan Field, dr. Andika Megah Miko, menyatakan pihaknya mendukung penuh kolaborasi CSR ini. “Program ini relevan karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, terutama di bidang kesehatan,” ucapnya.
Pemkot Tarakan melalui Asisten I Setda, Alias, juga menyampaikan apresiasinya. Ia menilai program TJSL Pertamina berkontribusi pada upaya promotif dan preventif kesehatan. “Pada dasarnya, kesehatan itu tanggung jawab diri sendiri. Namun perlu dibekali pengetahuan agar masyarakat lebih siap menjaga kesehatannya,” katanya.
Apresiasi Kader Posyandu
Kegiatan ini juga disambut positif oleh para kader posyandu. Hj. Raslina dari Posyandu Arwana mengaku terbantu dengan adanya pelatihan tambahan ini. “Kami sudah punya dasar ilmunya, tetapi dengan pelatihan ini pengetahuan kami semakin bertambah dan mengikuti perkembangan,” ungkapnya.
Sebagai penutup rangkaian, Pertamina menyerahkan bantuan berupa peralatan pertolongan pertama bagi sekolah serta bibit tanaman obat kepada posyandu. (*)










Discussion about this post