TARAKAN — Semarak peringatan hari jadi Kabupaten Buol yang ke-26 berlangsung meriah di Kota Tarakan, dengan pelbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan warga Buol yang merantau serta tokoh masyarakat dari tanah asal. Acara yang digelar di Kelurahan Selumit Pantai ini menjadi momentum silaturahmi, kolaborasi, sekaligus refleksi terhadap peran komunitas Buol di perantauan.
Hadir dalam acara tersebut adalah Ketua Kerukunan Keluarga Besar Kabupaten Buol Indonesia (KKBI) Kota Tarakan, Buyung, serta sejumlah sesepuh Buol yang menetap dan aktif di Kota Tarakan. Kehadiran mereka menjadi bukti kuatnya ikatan sosial dan keterikatan komunitas Buol terhadap kampung halaman.
Tak hanya itu, perayaan HUT turut dimeriahkan melalui kontribusi salah satu konten kreator asal Buol yang tengah naik daun, yakni Tiam Pohu. Kehadirannya menambah warna tersendiri dalam rangkaian acara, sekaligus menjadi jembatan bagi generasi muda Buol dalam mengaktualisasikan potensi digital dan kreatif di perantauan.
Salah satu momen penting dalam acara adalah sesi zoom yang menghubungkan Buyung dengan Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, selaku kepala daerah saat ini. Sesi daring tersebut diantar oleh Ketua Panitia Pelaksana yang juga merupakan Ketua Pemuda Buol Tarakan. Dalam sambutannya, Ketua Panitia menyampaikan keinginan komunitas Buol di Tarakan terkait pendirian asrama bagi mahasiswa Buol di Kota Tarakan — sebuah langkah strategis guna memperkuat jaringan sosial dan mendukung studi anak-Buol di perantauan.
Buyung, sebagai Ketua KKBI Tarakan, berharap agar HUT ke-26 ini tidak sekadar menjadi acara seremonial, melainkan menjadi wadah silaturahmi dan kebersamaan.
“Harapan kami, perayaan HUT Kabupaten Buol ini bukan hanya untuk merayakan hari jadi semata, tetapi juga menjadi momen mempererat hubungan antar sesama warga Buol di perantauan. Kami ingin acara seperti ini menjadi pengingat bahwa di mana pun kita berada, kita tetap satu keluarga besar Buol,” ujar Buyung.
Ia juga menambahkan bahwa ke depan, pihaknya bersama pemuda Buol di Tarakan akan terus berupaya mewujudkan adanya asrama mahasiswa Buol di Tarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda.
“Kami ingin anak-anak Buol yang menempuh pendidikan di Tarakan memiliki tempat yang layak untuk tinggal dan belajar. Ini bagian dari tanggung jawab moral kami sebagai perantau yang lebih dulu menetap di sini,” ungkapnya.
Acara perayaan yang digelar di tepi pesisir Selumit Pantai ini ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah warga. Suasana hangat dan penuh keakraban mencerminkan semangat gotong royong yang masih terjaga di antara perantau Buol.
Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga, serta menumbuhkan kontribusi nyata dari warga Buol di mana pun berada untuk kemajuan daerah asal. (RF)











Discussion about this post