TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan, Kalimantan Utara, tengah mempersiapkan pembangunan pusat pemerintahan baru di wilayah Tarakan Utara, tepatnya di kawasan siap bangun (Kasiba).
Proyek ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk mendukung efisiensi dan modernisasi tata kelola pemerintahan di kota tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (DPUTR) Tarakan, Pandariansyah, mengungkapkan bahwa saat ini proses perencanaan gedung, lanskap, analisis dampak lalu lintas (andalalin), serta Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) sedang digarap.
“Teknisnya sekarang lagi proses perencanaan gedung, lanskap, andalalin, dan UKL-UPL. Rencananya, awal 2026 perencanaan selesai, lalu kita proses lelang fisiknya, dan setelah itu pembangunan dimulai,” ujar Pandariansyah, Rabu (13/8/2025).
Pusat pemerintahan baru ini akan dibangun di atas lahan seluas 136 hektare, dengan area perkantoran diperkirakan mencakup sekitar 40 hektare.
Gedung utama untuk kantor wali kota dirancang memiliki tiga lantai, sedangkan kantor organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing akan memiliki dua lantai.
“Desainnya sedang disusun. Kantor wali kota berdiri sendiri, dan OPD juga punya gedung masing-masing. Untuk tahap awal, yang akan menempati kawasan ini adalah Inspektorat, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), serta Dinas Pekerjaan Umum (PU),” jelas Pandariansyah.
Meski seluruh OPD direncanakan akan menempati kawasan ini di masa depan, pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Anggaran proyek baru akan diketahui setelah desain selesai, yang kemudian menjadi dasar penentuan nilai proyek.
Dalam perencanaan, Pemkot Tarakan juga mempertimbangkan aspek aksesibilitas, termasuk untuk penyandang disabilitas.
Pandariansyah menjelaskan bahwa meskipun gedung tiga lantai secara umum tidak memerlukan lift, pihaknya tetap merancang adanya lift untuk mendukung kebutuhan difabel.
“Kalau untuk difabel, rasanya harus ada lift. Tapi untuk yang normal, tiga lantai ke atas mungkin baru perlu lift. Sementara, kita desain ada liftnya,” tambahnya.
Jika sesuai jadwal, pembangunan pusat pemerintahan baru ini akan dimulai pada 2026 dan ditargetkan selesai dalam dua tahun, sehingga pada awal 2028 Pemkot Tarakan sudah dapat pindah dan beroperasi di lokasi baru.
Proyek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja aparatur pemerintahan, tetapi juga mendukung perkembangan infrastruktur kota yang lebih modern dan terintegrasi. (*)
Reporter : Arif Rusman










Discussion about this post