TARAKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan kembali memperkuat komitmennya untuk meningkatkan kualitas spiritual warga binaan pemasyarakatan (WBP) beragama Islam.
Pada Kamis (07/08), Kepala Lapas Tarakan, Jupri, bersama Pengasuh Yayasan Misbahul Munir Kota Tarakan, Ustad Arman Arriyadi, resmi menandatangani perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di ruang pimpinan Lapas Tarakan.
Kerjasama ini bukanlah hal baru. Sejak 2020, Lapas Tarakan dan Yayasan Misbahul Munir telah bahu-membahu menyelenggarakan pembinaan kerohanian bagi warga binaan.
Yayasan yang dikenal sebagai salah satu lembaga dakwah terkemuka di Tarakan ini memiliki peran besar dalam menggelar kajian keislaman, ceramah, hingga pelatihan yang bertujuan membentuk karakter berakhlak mulia.
Tidak hanya itu, yayasan ini juga aktif dalam program pembangunan sumber daya manusia serta kesejahteraan umat di bidang pendidikan dan sosial keagamaan.
Jupri mengungkapkan rasa syukur atas dukungan penuh dari Yayasan Misbahul Munir.
“Kami sangat mengapresiasi peran Ustad Arman Arriyadi dan timnya. Kerjasama ini menjadi wujud nyata upaya kami untuk meningkatkan kualitas spiritual warga binaan, mempertebal iman dan taqwa, serta membentuk pribadi yang berakhlakul karimah,” ujarnya.
Perpanjangan PKS ini akan diwujudkan melalui berbagai program pembinaan, seperti tausiyah, dzikir akbar, kelas fiqh, sejarah Islam, pengajian Iqra dan Al-Qur’an, hingga pelatihan fardhu kifayah.
Semua kegiatan ini dirancang untuk tidak hanya memperkaya wawasan keagamaan, tetapi juga membekali warga binaan dengan nilai-nilai positif yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kerjasama ini juga memiliki landasan hukum yang kuat, merujuk pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022, Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 1999 tentang Kerjasama Pembinaan dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan, serta Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-36.OT.02.02 Tahun 2020 tentang Standar Pelayanan Pemasyarakatan.
Melalui perpanjangan kerjasama ini, Lapas Tarakan optimis dapat terus menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembinaan spiritual.
“Harapan kami, warga binaan tidak hanya menjadi lebih baik secara rohani, tetapi juga siap kembali ke masyarakat dengan karakter yang lebih mulia,” tutup Jupri. (*)
Reporter : Arif Rusman









Discussion about this post