Tarakan – Peristiwa pengibaran bendera bergambar serial anime One Piece di momen Hari Kemerdekaan Republik Indonesia memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat. Salah satunya datang dari Alan, Koordinator Divisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bulungan Tarakan.
Berbeda dengan sebagian pihak yang menilai hal tersebut kurang tepat, Alan justru menganggap pengibaran bendera tersebut bukanlah suatu kesalahan. Menurutnya, tindakan itu merupakan bentuk ekspresi generasi muda dalam menyampaikan pandangan terhadap situasi dan kebijakan negara yang dinilai kurang sesuai dengan aspirasi masyarakat.
“Bagi saya, itu adalah ekspresi kreatif anak muda. Mereka ingin menunjukkan pendapatnya dengan cara yang berbeda. Sepanjang tidak bermaksud merendahkan simbol negara, saya rasa hal itu sah-sah saja,” ujarnya.
Alan menjelaskan, kebebasan berekspresi merupakan bagian dari hak demokrasi yang dijamin oleh konstitusi. Selama dilakukan secara damai dan tidak melanggar hukum, ia menilai bentuk ekspresi tersebut dapat menjadi ruang diskusi publik yang sehat.
Ia juga berharap, kejadian seperti ini dapat menjadi momentum bagi pemerintah untuk lebih mendengar aspirasi generasi muda, sekaligus membuka ruang dialog terkait kebijakan yang dinilai kurang tepat atau tidak sesuai harapan masyarakat.
“Pemerintah perlu melihat ini bukan hanya sebagai pelanggaran etika upacara, tapi juga sebagai sinyal bahwa ada aspirasi yang ingin disampaikan. Dialog adalah kuncinya,” tambah Alan. (RF)










Discussion about this post