TARAKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan tak henti berinovasi dalam membina warga binaan pemasyarakatan (WBP). Salah satu gebrakan mereka adalah program ketahanan pangan nasional yang dijalankan secara konsisten.
Program ini tak hanya melatih kemandirian, tetapi juga memberi bekal keterampilan berharga bagi WBP untuk kembali ke masyarakat.
Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Kelas IIA Tarakan, Adipta Yudha Wardana, mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian.
“Kami membekali mereka dengan keterampilan agar setelah bebas, mereka bisa mandiri. Ini terintegrasi dengan program ketahanan pangan nasional,” ujar Adipta, Senin (7/7/2025).
Sebanyak 10 WBP yang lolos asesmen dan memenuhi syarat administratif kini mengikuti program asimilasi kerja luar. Setiap hari, mereka bekerja di kebun milik lapas dari pagi hingga sore.
Lahan tersebut ditanami beragam tanaman, mulai dari kangkung darat, kangkung air, kangkung cabut, terong, cabai, kelapa, hingga sayuran hidroponik seperti pakcoy dan sawi. Hasilnya? Panen rata-rata mencapai 50 kilogram per hari.
“Hasil panen dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi sayur WBP di dalam lapas. Sebagian juga disetorkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) karena memanfaatkan aset negara,” tambah Adipta.
Menariknya, WBP yang terlibat dalam program ini juga mendapat premi bulanan sebagai bentuk apresiasi. Namun, premi tersebut tidak langsung diberikan, melainkan disimpan melalui program Gerakan Narapidana Menabung (GERNABUNG). Tabungan ini menjadi bekal finansial saat mereka bebas nanti.
“Kecuali dalam kondisi darurat, premi tidak boleh diambil. Tabungannya bisa mencapai jutaan rupiah, membantu reintegrasi sosial mereka,” jelas Adipta.
Program ini tak hanya soal keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai kerja keras, tanggung jawab, dan kontribusi nyata bagi bangsa.
Para WBP dilatih untuk lebih percaya diri dan siap menghadapi kehidupan pasca-bebas. Lapas Tarakan pun menegaskan komitmennya untuk mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan.
“Kami ingin pembinaan WBP lebih produktif dan berdaya guna, sekaligus berkontribusi pada ketahanan pangan nasional,” tutup Adipta. (*)
Reporter : Arif Rusman








Discussion about this post