TARAKAN – Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diterpa isu pengambilalihan partai secara paksa atau kudeta.
Diungkapkan AHY dalam Konferensi persnya gerakan kudeta melibatkan kader aktif, mantan kader, hingga pihak luar yang notabene berada di lingkaran kekuasaan Istana. Nama Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko muncul dituding dalang di balik upaya kudeta. Terungkap klaim empat faksi pendiri Demokrat yang menginginkan Moeldoko menyingkirkan AHY.
Merespon isu tersebut sejumlah jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) diberbagai daerah, khususnya di Kaltara, menyatakan komitmen dan loyalitasnya kepada Ketua Umum terpilih, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan kepada para pengurus hasil kongres ke-5 pada 2020 lalu, tanpa terkecuali DPC Partai Demokrat Kota Tarakan.
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Tarakan, Herman Hamid, A.md menegaskan dirinya dan seluruh jajaran DPC komitmen dibarisan Ketua Umum DPP Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
“Terkait isu kudeta. Kami di struktur DPC Kota Tarakan harga mati mendukung AHY,” Tegas Herman saat diwawancarai via telepon Kamis (04/02).
Menanggapi isu kudeta Demokrat yang berkembang soal iming-iming uang kepada sejumlah kader, Herman kembali menegaskan pihaknya tidak akan terpengaruh.
“Komitmen kami, kalaupun ada semacam itu. Tarakan solid bersama AHY. Intinya Kami gak akan terpengaruh dengan gerakan kudeta itu,” Ujar Herman.
Sebagai bentuk komitmen kepada AHY, Herman bahkan membuat pernyataan tertulis berupa Surat Kesetiaan dan Kebulatan Tekad yang berisi 3 poin.









Discussion about this post