TARAKAN – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tarakan terus memperkuat pembinaan dan pemantauan terhadap partai politik guna mendukung terciptanya kehidupan demokrasi yang sehat, tertib, dan kondusif di daerah.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan monitoring, silaturahmi, dan pembinaan langsung ke Sekretariat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Tarakan di Jalan Ppabri, Kelurahan Kampung Satu Skip, Kecamatan Tarakan Tengah.
Kunjungan tersebut dipimpin Kepala Badan Kesbangpol Kota Tarakan, Mohammad Haris, bersama Kabid Kesbangpol Willson Simon dan perwakilan Polres Tarakan. Rombongan diterima Ketua DPC Partai Gerindra Kota Tarakan yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Tarakan, Muhammad Yunus, didampingi Bendahara Amri, Wakil Ketua Samsir, Laskar Gerindra, serta jajaran pengurus partai lainnya.
Kepala Badan Kesbangpol Kota Tarakan, Mohammad Haris, menjelaskan bahwa kegiatan monitoring dan pembinaan merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Kesbangpol dalam memantau perkembangan politik daerah, memperkuat kelembagaan partai politik, serta mendorong kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
Kegiatan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik serta Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2018 tentang Bantuan Keuangan kepada Partai Politik. Pemantauan dilakukan terhadap kelengkapan administrasi, keberadaan sekretariat, susunan kepengurusan, hingga aktivitas organisasi partai politik di tingkat daerah.
Mohammad Haris menegaskan, keberadaan partai politik memiliki peran strategis dalam sistem demokrasi sehingga perlu didukung melalui pembinaan kelembagaan yang berkelanjutan.
“Monitoring ini bukan sekadar memeriksa kelengkapan administrasi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan agar partai politik semakin tertib dalam menjalankan organisasi, memahami regulasi, dan mampu melaksanakan fungsinya secara optimal. Kami berharap seluruh partai politik di Kota Tarakan dapat menjadi mitra dalam menjaga stabilitas politik serta membangun demokrasi yang berkualitas,” ujarnya.
Selain melakukan pemeriksaan administrasi, Kesbangpol juga membuka ruang komunikasi dengan pengurus partai untuk mengetahui perkembangan organisasi serta kendala yang dihadapi. Langkah ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas kelembagaan sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan partai politik.
Pembinaan turut diarahkan pada pelaksanaan pendidikan politik bagi masyarakat. Partai politik diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan internal, tetapi juga mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara, pentingnya partisipasi demokrasi, serta cara menyikapi perbedaan pilihan politik secara bijaksana.
Menurut Mohammad Haris, pendidikan politik yang berkelanjutan menjadi salah satu unsur penting dalam membangun kesadaran masyarakat agar lebih kritis, bertanggung jawab, dan tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memicu perpecahan.
“Partai politik memiliki tanggung jawab untuk ikut mencerdaskan kehidupan politik masyarakat. Karena itu, kami mendorong agar pendidikan politik, penguatan kaderisasi, dan penyaluran aspirasi masyarakat terus dilakukan. Perbedaan pandangan merupakan bagian dari demokrasi, tetapi harus disikapi dengan mengedepankan persatuan dan menjaga kondusivitas daerah,” tambahnya.
Di samping itu, Kesbangpol memberikan perhatian terhadap tata kelola bantuan keuangan partai politik, khususnya terkait mekanisme penggunaan dana, pencatatan, serta penyusunan laporan pertanggungjawaban sesuai ketentuan yang berlaku.
Pembinaan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pengurus partai mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan administrasi dan pelaporan yang tertib, penggunaan bantuan keuangan diharapkan sesuai peruntukan serta mendukung pelaksanaan kegiatan partai politik secara bertanggung jawab.
Kesbangpol juga mendorong penguatan kaderisasi dan konsolidasi internal partai agar mampu menghasilkan kader yang berintegritas, memahami nilai-nilai demokrasi, serta memiliki kapasitas untuk menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Dalam menghadapi dinamika sosial dan politik, partai politik turut diharapkan berperan sebagai cooling system atau penyejuk di tengah masyarakat. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui komunikasi yang konstruktif, penyampaian aspirasi sesuai mekanisme yang berlaku, serta upaya mencegah berkembangnya konflik akibat perbedaan kepentingan maupun pandangan politik.
Melalui kegiatan monitoring dan pembinaan secara berkelanjutan, Kesbangpol Kota Tarakan berharap seluruh partai politik dapat semakin profesional dalam menjalankan fungsi kelembagaan, meningkatkan kualitas pendidikan politik, serta menjaga transparansi administrasi dan keuangan.
Sinergi antara pemerintah daerah, partai politik, dan unsur terkait diharapkan mampu menciptakan iklim demokrasi yang sehat sekaligus mempertahankan stabilitas dan kondusivitas Kota Tarakan. (RF)








Discussion about this post