TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan terus memperkuat upaya pengendalian inflasi menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Hal ini dibahas dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tarakan yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Tarakan, Khairul, pada Rabu (17/12/2025).
Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai strategi antisipatif guna memastikan ketersediaan pasokan serta menjaga stabilitas harga barang dan jasa, terutama pada periode akhir tahun yang secara historis kerap memicu kenaikan harga, khususnya pada sektor bahan pangan, kebutuhan pokok, dan transportasi.
Wali Kota Tarakan menyampaikan bahwa kondisi inflasi daerah hingga saat ini masih berada dalam batas yang terkendali. Meski demikian, pemerintah daerah tetap waspada terhadap potensi tekanan inflasi yang bisa meningkat seiring tingginya permintaan masyarakat saat Natal dan Tahun Baru.
“Menjelang Nataru, aktivitas konsumsi masyarakat biasanya meningkat. Oleh karena itu, kita perlu memastikan pasokan aman dan distribusi berjalan lancar agar tidak terjadi lonjakan harga,” ujar Khairul.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, inflasi Kota Tarakan pada November 2025 tercatat sebesar 0,25 persen secara month to month, dengan inflasi year to date mencapai 2,27 persen dan year on year sebesar 2,67 persen. Sementara itu, Indeks Harga Konsumen (IHK) berada pada angka 107,36.
Rapat TPID juga mengidentifikasi sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga dan berpotensi memberikan tekanan inflasi apabila tidak diantisipasi sejak dini. Untuk itu, diperlukan sinergi lintas sektor, baik pemerintah daerah, instansi vertikal, maupun pelaku usaha, dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan.
“Koordinasi antarinstansi menjadi kunci. Kita ingin masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan tenang tanpa terbebani kenaikan harga yang signifikan,” tambahnya.
Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kota Tarakan berharap langkah-langkah pengendalian inflasi yang terencana dan terpadu dapat menjaga stabilitas ekonomi daerah serta daya beli masyarakat menjelang dan selama perayaan Nataru. (*)








Discussion about this post