TARAKAN – Salah satu program unggulan Kharisma, yakni gratis pemasangan gas rumah tangga mendapat antusias tinggi dari masyarakat pesisir di wilayah Kelurahan Lingkas Ujung. Selama ini warga mengeluhkan persoalan gas LPG 3 KG yang sulit didapat dan harga yang di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Respons positif warga atas program tersebut, berawal dari keluhan khususnya ibu rumah tangga. Selaian biaya pemasangan baru jaringan gas rumah tangga yang mahal, fasilitas jembatan juga menjadi pertimbangan jika dipasang instalasi gas rumah tangga.
Sementara itu ketersediaan gas menjadi salah satu penunjang ibu rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga. Karena itu program gratis sambungan has rumah tangga akan memberi manfaat yang dirasakan langsung oleh warga, khususnya ibu rumah tangga.
Calon Wali Kota Tarakan, Khairul, meyakini jika program gratis sambungan jargas rumah tangga dapat direalisasikan. Khairul juga optimis program ini dapat terealisasi hingga menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah pesisir. Dari data yang diperolehnya, masih ada sekitar 18 ribu rumah yang belum teraliri jargas, termasuk di Wilayah Kerja Pertambangan (WKP).
“Sudah kita kaji kok. Saya waktu itu tugaskan dari tim teknis untuk mengkaji. Dengan ada alat atau pipa tertentu, itu bisa. Masalah gas LPG. Aspirasi ibu-ibu. Kalau sudah jembatan sudah beton pasti bisa. Karena kalau pasang di PGN, itu kendala teknis dan harganya mahal, antara 6 sampai 11 juta. Ini akan menjadi program unggulan kita seperti program PDAM Gratis,” ujarnya.
Tokoh masyarakat Lingkas Ujung, H. Najamuddin meyakini pasangan Kharisma akan merealisasikan program jargas gratis ini jika terpilih.
Ia juga menilai program ini akan membantu masyarakat untuk memasak. Ditambah lagi warga pesisir di Kelurahan Lingkas Ujung memang belum terpasang jargas karena kuota yang terbatas dari pemerintah pusat.
“Kalau yang di Lingkas Ujung orang pesisi belum dapat. Semogalah kalau beliau memenangkan 27 November nanti, insya Allah beliau akan realisasikan,” ujar Najamuddin.
“Yang jelas jargas sangat dibutuhkan oleh masyarakat pesisir seperti kami. Kalau yang LPG 3 Kg tidak juga terlalu susah, ya tergantung sekarang masyarakatnya, (dengan jargas nanti) insya Allah mengurangi beban masyarakat,” harap Najamuddin. (*)








Discussion about this post