Tarakan — Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Tarakan menaruh harapan besar agar pelaksanaan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) dapat diperbanyak pada tahun 2026. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas serta keterampilan pencari kerja di daerah, sehingga mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja.
Kepala Disperinaker Tarakan, Agus Sutanto, menjelaskan bahwa pada tahun 2025 program PBK tidak dapat dilaksanakan karena adanya kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh Pemerintah Pusat. Meski demikian, pihaknya tetap mendorong agar PBK dapat kembali berjalan dengan jumlah yang lebih banyak di tahun berikutnya.
Agus menuturkan, besarnya kebutuhan masyarakat akan pelatihan ini dapat dilihat dari antusiasme peserta pada tahun 2024, di mana PBK diminati oleh banyak warga, terutama di sektor pelatihan kuliner. Menurutnya, tingginya minat tersebut sejalan dengan perkembangan sektor UMKM yang terus meningkat setiap tahun.
“PBK di tahun ini memang tidak ada karena adanya efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Namun, jika melihat pelaksanaan di tahun 2024, animo masyarakat cukup tinggi, terutama di pelatihan kuliner, karena sektor UMKM terus mengalami peningkatan,” ungkap Agus.
Lebih lanjut, Disperinaker menilai bahwa PBK merupakan salah satu program strategis yang efektif dalam mendorong peningkatan kompetensi pencari kerja. Melalui pelatihan tersebut, peserta dapat memperoleh keterampilan sesuai standar industri, sekaligus membuka peluang lebih besar untuk terserap di dunia kerja.
Pihaknya berharap, pada tahun 2026 kegiatan PBK dapat terlaksana dengan jumlah yang lebih banyak sehingga dapat memberikan dampak signifikan dalam menekan angka pengangguran di Kota Tarakan. Dengan meningkatnya kompetensi, peserta tidak hanya lebih siap memasuki dunia kerja, tetapi juga berpotensi untuk menciptakan usaha mandiri di berbagai sektor. (RF)











Discussion about this post