TARAKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan melaporkan tiga bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang bulan juli ini. Dari ketiga kejadian tersebut, BPBD menyoroti karhutla yang terjadi di Binalatung pada selasa lalu, (22/7/2025). Kejadian tersebut merupakan yang terbesar dengan perkiraan luasan mencapai lima hektare.
Kepala BPBD Kota Tarakan, Yonsep menjelaskan bahwa cuaca panas yang terjadi di kota tarakan sering di manfaatkan oleh masyarakat untuk pembukaan lahan. Untuk itu, pihaknya mengeluarkan surat edaran untuk mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas pembakaran.
“Kita sudah memberikan surat edaran ke Kecamatan – Kelurahan agar mengimbau kepada masyarakat yang membuka lahan supaya melaporkan ke BPBD, Kelurahan, Kecamatan, atau KPH,” Ujarnya saat di jumpai pada kamis (24/7).
Ditambahkan, agar masyarakat yang melakukan pembukaan lahan dengan cara konvensional, diimbau untuk menggunakan metode berkumpul atau membuat sekat antara lahan yang masih tertutup untuk memastikan api tidak menyebar.
Ia juga mengharapkan kepada masyarakat agar menyiapkan perlatan pemadaman dalam melakukan aktivitas pembukaan lahan. Jika memang api tidak dapat di kendalikan, diminta segera menghubungi call centre 112 BPBD.
Ia mengaku jika musim kemarau yang berkepanjangan juga mempersulit proses penanganan kebakaran lahan yang mempengaruhi suplai air.
“Tapi memang yang menjadi masalah sama kita itu adalah pada saat kemarau bahan bakunya yang menjadi masalah. saya sudah sampaikan juga setiap kita sosialisasi itu bikinlah tampungan menggali sumur,” ungkapnya.
Meskipun demikian, ia telah menyiapkan langkah antisipasi dengan meningkatkan kewaspadaan terutama di daerah rawan kebakaran hutan, seperti Kawasan Mamburungan, Binalatung, dan Juata Laut. Koordinasi antisipasi juga dilakukan dengan Pemadan Kebakaran dan PDAM dalam mendukung penanganan karhutla.
BPBD melaporkan bahwa cuaca panas di kota tarakan akan mengalami peningkatan hingga puncaknya pada tanggal 26 Juli, dengan suhu mencapai 30 derajat.
Masyarakat juga diminta untuk waspada terhadap aktivitas yang dapat memicu terjadinya karhutla seperti yang dapat diakibatkan oleh puntung rokok. (UL)












Discussion about this post