TARAKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga Februari 2026. Cuaca ekstrem tersebut berpotensi memunculkan angin kencang dan hujan lebat di wilayah Tarakan.
Kepala BPBD Kota Tarakan, Yonsep, menjelaskan bahwa kondisi cuaca saat ini dapat menimbulkan risiko yang lebih tinggi, termasuk pohon tumbang, genangan air, maupun gangguan aktivitas masyarakat.
“Angin kencang dan hujan lebat berpotensi terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati,” ujar Yonsep.
Ia juga menaruh perhatian khusus pada masyarakat nelayan yang sehari-hari beraktivitas di laut. Cuaca ekstrem, menurutnya, dapat memengaruhi keamanan pelayaran dan aktivitas penangkapan ikan.
“Kami meminta para nelayan untuk lebih berhati-hati dan mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melaut,” tambahnya.
Sebagai langkah pencegahan tambahan, BPBD Kota Tarakan turut mengimbau warga untuk memangkas dahan pohon yang sudah terlalu rimbun atau berat agar tidak mudah tumbang saat diterpa angin kencang.
Selain imbauan langsung kepada masyarakat, BPBD juga telah mengirimkan surat edaran kepada seluruh kecamatan di Tarakan. Surat tersebut menjadi dasar untuk dilakukan sosialisasi lanjutan kepada masyarakat mengenai potensi dan mitigasi cuaca ekstrem.
“Surat imbauan sudah kami sampaikan ke tiap kecamatan untuk diteruskan kepada masyarakat, agar semua lebih siap menghadapi potensi cuaca ekstrem,” jelas Yonsep.
BPBD Kota Tarakan meminta masyarakat terus memantau informasi resmi dari pemerintah dan tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba. (RF)











Discussion about this post