TARAKAN – Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Warga Tarakan Bersatu mendatangi Polres Tarakan, Sabtu (8/8/2026). Aksi penyampaian aspirasi berlangsung damai dan tertib. Massa dipimpin oleh Sugiharto selaku koordinator lapangan dan Andi Solar selaku Ketua Pemuda Cinta Pancasila.
Dalam aksi tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak kepolisian. Salah satu tuntutannya adalah meminta kepolisian segera memanggil, memeriksa, dan memproses sesuai ketentuan hukum terhadap 18 orang mahasiswa yang telah dilaporkan terkait dugaan pelecehan atau penghinaan terhadap Pancasila.
Koordinator lapangan aksi, Sugiharto, mengatakan kedatangan masyarakat ke Polres Tarakan merupakan bentuk penyampaian aspirasi agar laporan yang telah disampaikan dapat ditangani sesuai prosedur hukum.
“Kami datang dengan damai dan tertib untuk menyampaikan aspirasi. Kami berharap laporan yang sudah disampaikan dapat ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Sugiharto.
Massa kemudian diterima langsung oleh Wakapolres Tarakan, Kompol Bobi Vaski Pranata. Dalam pertemuan tersebut, pihak kepolisian menjelaskan bahwa laporan yang dimaksud masih dalam proses penyelidikan.
Kompol Bobi Vaski Pranata menyampaikan, kepolisian saat ini melakukan penyelidikan secara mendalam dengan mengumpulkan alat bukti dan memeriksa para saksi.
“Untuk perkara ini masih dalam tahap penyelidikan mendalam. Kami melakukan pengumpulan alat bukti dan pemeriksaan terhadap para saksi. Setiap perkembangan penanganan perkara akan kami sampaikan kepada pihak pelapor melalui SP2HP,” jelas Kompol Bobi Vaski Pranata.
Kepolisian menegaskan, proses penanganan laporan akan dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan, alat bukti, serta keterangan yang diperoleh dan tetap mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku.
Usai menyampaikan aspirasi dan mendapatkan penjelasan dari pihak kepolisian, massa Aliansi Warga Tarakan Bersatu membubarkan diri dengan tertib. (RF)








Discussion about this post