TARAKAN – Wali Kota Tarakan, Khairul, menyampaikan pentingnya pemberdayaan membaca Al-Qur’an sejak usia dini saat menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Islamic Center Baitul Izzah, Kota Tarakan.
Dalam kesempatan tersebut, Khairul menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Tarakan belum lama ini telah melaunching program wajib membaca kitab suci bagi para pelajar sesuai dengan agama masing-masing, termasuk bagi umat Islam dengan membaca Al-Qur’an.
Program ini diterapkan bagi pelajar mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), khususnya sebelum memulai kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.
Menurut Khairul, langkah ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini kepada para pelajar, sekaligus meningkatkan kemampuan membaca kitab suci.
Ia menambahkan, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya untuk meminimalisir angka buta aksara membaca Al-Qur’an yang masih cukup tinggi di Indonesia.
Khairul mengungkapkan, berdasarkan sejumlah data yang ada, jumlah masyarakat yang belum mampu membaca Al-Qur’an di Indonesia masih mencapai lebih dari 50 persen.
Melalui program membaca kitab suci sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, diharapkan para pelajar dapat terbiasa membaca, memahami, serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalam kitab suci masing-masing.
Selain itu, momentum peringatan Nuzulul Qur’an juga menjadi pengingat bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri dengan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
“Kami di Pemerintah Kota Tarakan telah melaunching program wajib membaca kitab suci bagi pelajar sesuai dengan agamanya masing-masing. Untuk umat Islam tentu dengan membaca Al-Qur’an, yang dilaksanakan sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, mulai dari tingkat SD hingga SMA,” ujar Wali Kota Tarakan, Khairul. (RF)









Discussion about this post