TARAKAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan, H. Umar Rafiq, menggelar agenda reses untuk warga Kecamatan Tarakan Timur pada Minggu (16/11/2025) pagi ini.
Kegiatan tersebut bertujuan menampung aspirasi masyarakat, di mana warga menyuarakan sejumlah keluhan terkait infrastruktur dan fasilitas pendidikan.
Dalam pertemuan yang berlangsung, puluhan warga hadir untuk menyampaikan harapan mereka. Salah satu isu utama yang mencuat adalah permintaan perbaikan infrastruktur dasar, khususnya jembatan di kawasan pesisir yang sering mengalami kerusakan.
Selain itu, penerangan jalan di sekitar lingkungan tersebut juga menjadi sorotan, karena kondisinya yang minim membuat aktivitas malam hari terhambat.
“Warga di sini sangat bergantung pada jembatan pesisir untuk mobilitas sehari-hari, tapi kondisinya sudah tidak aman lagi. Kami juga butuh lampu jalan yang lebih terang, terutama di musim hujan seperti sekarang,” tukas seorang Warga saat agenda reses.
Tak hanya infrastruktur, warga juga mengusulkan perbaikan fasilitas sarana dan prasarana sekolah, khususnya sekolah swasta.
Mereka menekankan bahwa gedung-gedung sekolah yang rusak dapat menghambat proses belajar mengajar, sehingga diperlukan renovasi segera untuk mendukung pendidikan yang lebih efektif.
Sebagai politisi dari Partai Demokrat yang tergabung dalam Komisi III DPRD Tarakan, H. Umar Rafiq menjanjikan komitmen penuh untuk membawa aspirasi tersebut ke ranah legislatif.
“Semua masukan dari warga akan saya sampaikan dalam rapat internal DPRD Tarakan. Kami akan dorong agar pemerintah daerah segera menindaklanjuti, karena ini bagian dari tugas wakil rakyat,” ujarnya.
Agenda reses ini merupakan bagian dari kewajiban tahunan anggota DPRD untuk mendekatkan diri dengan konstituen, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD.
Di luar kegiatan formal, H. Umar Rafiq menegaskan keterbukaannya bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi secara langsung.
“Saya selalu siap mendengar dan berjuang agar suara warga ini tidak hilang di tengah birokrasi,” tambahnya.
Kegiatan reses di Tarakan Timur ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah kota untuk memprioritaskan proyek infrastruktur dan pendidikan di wilayah pinggiran, di mana akses layanan dasar masih menjadi tantangan utama bagi masyarakat. (*)
Reporter : Arif Rusman










Discussion about this post