• Iklan & Advetorial
  • Redaksi & Manajemen
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
No Result
View All Result
Tarakan TV
Advertisement Banner
  • Home
  • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • ADV
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Budaya
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Tarakan TV
  • Opini
Tarakan TV
  • Home
  • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • ADV
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Budaya
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Tarakan TV
  • Opini
No Result
View All Result
Tarakan TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
  • Tarakan TV
  • Opini
Home Budaya

Jejak Mistis dan Irama Kuno Tari Kolosal yang Menyatu dengan Jiwa Suku Tidung

by Arif Rusman
18/10/2025
in Budaya
A A
Jejak Mistis dan Irama Kuno Tari Kolosal yang Menyatu dengan Jiwa Suku Tidung

SUARA gamelan dan gambus bergema pelan, seolah memanggil roh-roh leluhur dari riuhnya deru ombak Kawasan Wisata Ratu Intan Pantai Amal. Ratusan pasang kaki bergerak serempak, membentuk pola-pola yang seperti ombak tenang, tapi penuh rahasia. Ini bukanlah sekadar tarian, ini adalah ritual hidup, di mana mitos kuno Suku Tidung bangkit kembali melalui gerak tubuh 157 pemuda dan pemudi Tarakan.

Penulis:

Baca Juga

Lebih dari 4.000 Peserta Meriahkan Iraw Tengkayu XV

Festival Iraw Tengkayu XIV Kota Tarakan 2025

Wali Kota Tarakan Buka Festival Tari Jepin Pagun 2025

Arif Rusman / Wartawan tarakantv.co.id

Puncak perayaan Iraw Tengkayu XIV tahun ini, yang jatuh di beberapa pekan lalu (12/10/2025), bukan hanya pesta budaya. Ia adalah jembatan antar zaman, menghubungkan debu-debu sejarah dengan denyut nadi generasi muda.

Bayangkan, ratusan penari membuka lautan gerak dengan Tari Majun, di mana setiap langkah seperti menyeruput minuman jahe hangat (Majun) yang dulu diminum nenek moyang Tidung untuk menahan dingin malam di hutan belantara. “Majun itu bukan cuma nama,” cerita Datu Norbek, budayawan Suku Tidung yang wajahnya penuh garis-garis pengalaman.

Peluh letih wajahnya usai mengikuti rangkaian puncak perayaan pesta suku Tidung pada Iraw Tengkayu, ia berujar “Itu simbol kehangatan yang lahir dari alam. Gerakan Tari Majun ini mengajak kita merasakan bagaimana manusia dulu bergantung pada sungai, pohon, dan angin. Bukan memerintah, tapi berbisik bersamanya.”

Datu Norbek, dengan suara yang lembut tapi tegas seperti irama kinsat, adalah penjaga cerita yang tak pernah pudar. Ia yang merangkai tiga tarian ini menjadi satu kanvas kolosal, menarik benang merah dari joget Melayu Tidung, kesenian Jepin, hingga mitos pra-Islam yang masih bergaung di dongeng-dongeng malam. Bagian kedua, Tari Dindang Gambus, datang seperti angin sepoi dari pesisir.

32 penari putra-putri bergerak dengan irama gambus yang renyah, alat musik berdawai yang dulu menemani obrolan para pelaut di dermaga. “Ini tentang kita dengan sesama,” kata Datu Norbek, matanya berbinar saat menggambarkan bagaimana gerakan saling sentuh dan lepas itu mencerminkan ikatan komunal. Seperti jaring ikan yang saling menguatkan di tengah badai.

Tapi yang paling membuat bulu kuduk merinding adalah penutupnya, Tari Sarung Kuku. Hanya 17 penari, tapi mereka membawa beban berabad-abad. Terinspirasi dari mitologi kuno, di mana dewa-dewa mistis berjalan dengan kuku bersarung emas simbol kekuatan tak terlihat yang melindungi dari dunia gaib. “Zaman dulu, sebelum masjid-masjid berdiri, orang Tidung percaya pada roh-roh ini,” bisik Datu Norbek, seolah takut membangunkan yang tertidur.

“Sarung Kuku bukan monster. Ia adalah pengingat bahwa keyakinan kita pada Yang Maha Kuasa lahir dari rasa takut dan kagum pada yang tak kasat mata. Gerakannya lambat, tapi dalam, seperti doa yang tak terucap,” imbuh datu norbek.

Filosofi ketiga tarian ini, yang dirangkum Datu Norbek, seperti pohon beringin yang akarnya menjalar ke tiga arah. Manusia dengan alam, dengan saudara seayah, dan dengan Tuhan. “Ini bukan tari untuk dilihat saja,” tegasnya.

“Ini untuk dirasakan. Setiap gerak mengajak penonton ikut berpikir. di mana posisi kita di tengah dunia yang semakin cepat ini?” tukas Datu Norbek. Dan memang, saat penampilan berlangsung di lapangan terbuka Pantai Ratu Intan, udara terasa lebih tebal. Kostum sutra berwarna merah darah dan hijau daun, dicampur dengan aksesori berbahan asli dari alam, membuat panggung seperti hutan hidup.

Musiknya? Aransemen ulang lagu-lagu lama. Majun untuk pembuka yang hangat, Dindang Gambus yang ritmis, dan Sarung Kuku yang mistis. Digarap oleh Sanggar Budaya Tradisional Paguntaka, kelompok yang anggotanya campur aduk. Pelajar SMA Tarakan yang masih belepotan jerawat, mahasiswa yang sibuk kuliah online, hingga pekerja kantor yang curi-curi waktu latihan.

Persiapannya tak main-main. Dua bulan penuh keringat, dengan istirahat seminggu di tengahnya, di sebuah sanggar tua yang bau kayu basah. “Konsep dasar sama setiap tahun, tapi detailnya berubah. Seperti alam yang tak pernah diam,” kata Datu Norbek, saat mengenang bagaimana koreografi baru ini menambahkan elemen improvisasi gerakan.

Iraw Tengkayu sendiri, perayaan tahunan yang lahir dari tradisi panen dan syukur Suku Tidung, tahun ini terasa lebih dalam. Di tengah hiruk-pikuk Tarakan yang kini penuh mal dan kafe modern, acara ini seperti napas panjang yang mengembalikan ritme. Penonton berdesak-desakan. Ibu-ibu dengan bayi di gendong, turis dari Malaysia yang foto-foto nonstop, dan anak muda yang scrolling TikTok sambil tepuk tangan. Di kota besar, budaya cuma di museum. Di sini, ia bernyanyi setiap hari.

Tari Kolosal Iraw Tengkayu XIV meninggalkan jejak yang tak mudah hilang. Bukan hanya hiburan semata, tapi refleksi bahwa di balik gemerlap modernitas, ada irama kuno yang menunggu untuk disentuh. Datu Norbek, yang kini berdiri di belakang panggung sambil memandang para penari yang berpelukan, tersenyum tipis. “Mereka yang menari hari ini, besok akan ceritakan kisah ini ke anak cucu. Dan begitulah, Tidung tetap hidup, bukan di buku, tapi di darah dan keringat,” katanya sambil tersenyum.

Bagi kota Tarakan yang acap dihembus angin laut, perayaan ini bukan akhir, melainkan undangan. Untuk kembali ke akar, untuk menari lagi dengan roh-roh yang tak pernah benar-benar pergi. (*)

Related Posts

Lebih dari 4.000 Peserta Meriahkan Iraw Tengkayu XV

Lebih dari 4.000 Peserta Meriahkan Iraw Tengkayu XV

by Rengga Kozazih
04/07/2026
0

Tarakan – Pelaksanaan Pawai Budaya Iraw Tengkayu XV berlangsung semarak dengan diikuti lebih dari 4.000 peserta dari berbagai kalangan, mulai...

Festival Iraw Tengkayu XIV Kota Tarakan 2025

Festival Iraw Tengkayu XIV Kota Tarakan 2025

by Rengga Kozazih
01/10/2025
0

🌊✨ Festival Iraw Tengkayu XIV Kota Tarakan 2025 ✨🌊 Hai masyarakat Tarakan dan seluruh pecinta budaya Nusantara!Tahun ini, Pemerintah Kota...

Wali Kota Tarakan Buka Festival Tari Jepin Pagun 2025

Wali Kota Tarakan Buka Festival Tari Jepin Pagun 2025

by Arif Rusman
01/09/2025
0

TARAKAN – Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., secara resmi membuka Festival Tari Jepin Pagun Tingkat Kota Tarakan Tahun...

Cerita Wastra Tarakan: Dari Lokal ke Panggung Dunia

Cerita Wastra Tarakan: Dari Lokal ke Panggung Dunia

by Arif Rusman
13/08/2025
0

JAKARTA - Di tengah gemerlap Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta, Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.K.Kes, bersama sang istri,...

Olahraga Rakyat Asinan Hadir Dalam Perayaan Iraw Kota Tarakan

Olahraga Rakyat Asinan Hadir Dalam Perayaan Iraw Kota Tarakan

by Administrator
05/10/2024
0

TARAKAN - Perayaan Iraw Kota Tarakan juga turut diramaikan dengan kegiatan Olahraga Rakyat seperti beberapa Inorga, yakni lomba layang-layang, asinan,...

Kenalkan Batik Karya Narapidana pada Fashion Show Wastra Tarakan

Kenalkan Batik Karya Narapidana pada Fashion Show Wastra Tarakan

by Administrator
23/09/2024
0

Tarakan - Dalam rangka perluasan pemasaran produk unggulan karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan bersama...

Next Post
Peringati Hari Pangan Sedunia, Otorita IKN Tebar 500 Kilogram Ikan di Embung H Nusantara

Peringati Hari Pangan Sedunia, Otorita IKN Tebar 500 Kilogram Ikan di Embung H Nusantara

Jelang Penutupan STQH Nasional 2025, Datu Iqro beri Semangat dan Motivasi Kafilah Kaltara

Jelang Penutupan STQH Nasional 2025, Datu Iqro beri Semangat dan Motivasi Kafilah Kaltara

Lomba Mancing Bupati CUP Tahun 2025 Rangkaian HUT Kabupaten Nunukan ke 26  Pecahkan Rekor MURI

Lomba Mancing Bupati CUP Tahun 2025 Rangkaian HUT Kabupaten Nunukan ke 26 Pecahkan Rekor MURI

Discussion about this post

Popular Post

  • Tarakan Bershalawat, Perkuat Kebersamaan di Tengah Keberagaman

    Tarakan Bershalawat, Perkuat Kebersamaan di Tengah Keberagaman

    333 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Festival Jepin PAUD Lestarikan Budaya Kaltara

    332 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Fashion Show Daur Ulang SDN 035 Meriahkan HUT RI dan Hari Konservasi Alam Nasional

    343 shares
    Share 137 Tweet 86
  • Wali Kota Ajak Lindungi Anak dari Eksploitasi

    333 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Wali Kota Targetkan Tarakan Naik Predikat KLA

    333 shares
    Share 133 Tweet 83
Memberikan informasi terkini dan akurat. dengan slogan "Terdepan, Melayani Sepenuh Hati" menjadi semangat kami dalam menyampaikan informasi kepada pembaca

Rubrik

  • Budaya
  • Bulungan
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kaltara
  • Kesehatan
  • Malinau
  • Nasional
  • Nunukan
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Politik
  • Tana Tidung
  • Tarakan
  • Tarakan TV

Berita Terbaru

Tarakan Bershalawat, Perkuat Kebersamaan di Tengah Keberagaman

Tarakan Bershalawat, Perkuat Kebersamaan di Tengah Keberagaman

21/08/2026
Festival Jepin PAUD Lestarikan Budaya Kaltara

Festival Jepin PAUD Lestarikan Budaya Kaltara

21/08/2026
  • Iklan & Advetorial
  • Redaksi & Manajemen
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan

© 2025 Perumda Tarakan Media Telekomunikasi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • ADV
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Budaya
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Tarakan TV
  • Opini

© 2025 Perumda Tarakan Media Telekomunikasi.