TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan waspada hujan sedang hingga lebat di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara), termasuk Kota Tarakan, akibat dampak tidak langsung Siklon Tropis Bualoi.
Siklon ini terdeteksi di Laut Cina Selatan pada Sabtu (27/9/2025) pukul 07:00 WIB dan berpotensi mengganggu aktivitas warga hingga Minggu, 28 September 2025.
Menurut analisis BMKG, pusat Siklon Tropis Bualoi berada pada koordinat 13,8° Lintang Utara dan 115,8° Bujur Timur, dengan kecepatan angin maksimum antara 120-157 km/jam dan tekanan udara minimum 965 hPa.
Meski siklon ini bergerak menjauhi Indonesia ke arah barat-barat laut, zona konvergensi angin yang dihasilkannya memicu pembentukan awan hujan di perairan utara Kalimantan.
Di Tarakan, BMKG memprediksi curah hujan melebihi 30 mm per hari, disertai angin kencang berkecepatan 20-40 km/jam dan gelombang laut setinggi 1,25-2 meter.
Wilayah pesisir Tarakan serta kabupaten sekitar seperti Bulungan, Nunukan, dan Malinau masuk dalam kategori waspada karena risiko banjir lokal dan rob di permukiman dataran rendah.
Sektor transportasi juga berpotensi terganggu. Bandara Juwata di Tarakan menghadapi risiko penundaan penerbangan akibat visibilitas rendah, sementara pelayaran di Selat Malaka-Tarakan terancam oleh gelombang tinggi, yang dapat memengaruhi distribusi bahan pokok.
BMKG mengimbau warga untuk tetap memantau perkembangan cuaca melalui situs resmi pws.bmkg.go.id atau aplikasi Info BMKG guna mendapatkan informasi terkini. (*)
Reporter: Arif Rusman











Discussion about this post