TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan kembali memperkuat sinergi dengan PT Pertamina EP Tarakan melalui penandatanganan Perjanjian Kerjasama untuk penanggulangan bencana, khususnya kebakaran dan tumpahan minyak. Kegiatan berlangsung di ruang ralat Wali Kota Tarakan, Rabu (20/8/2025).
Penandatanganan ini dilakukan untuk memperbarui kerja sama sebelumnya yang telah berakhir setelah masa berlaku lima tahun.
Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Pertamina selama ini berjalan sangat baik.
“Dukungan dari Pertamina, khususnya dalam penanganan kebakaran dan tumpahan minyak, sudah terbukti efektif. Bahkan, kita sering melakukan latihan bersama, baik geladi bersih maupun geladi kotor, bersama BPBD dan PMK,” ujar Khairul.
Ia menambahkan, kerja sama ini tidak hanya terbatas pada kebakaran, tetapi juga mencakup penanganan bencana lain seperti kebakaran hutan dan tanah longsor, sesuai kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki.
“Pertamina punya mobil pemadam dan sumber daya yang mendukung. Ini sangat membantu kami di lapangan,” tambahnya.
Field Manager Pertamina EP Tarakan, Cahyo Tri Mulyanto, menegaskan pentingnya kolaborasi ini mengingat Tarakan merupakan wilayah kepulauan dengan keterbatasan sumber daya.
“Sinergi antara Pertamina, Pemkot, BPBD, dan PMK sangat penting untuk memastikan penanganan bencana yang cepat dan tepat, sehingga tidak meluas dan meminimalkan kerugian,” ungkap Cahyo.
Cahyo juga mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin baik selama ini.
“Kami berterima kasih kepada Pemkot Tarakan atas kolaborasi yang sangat baik. Dengan perjanjian ini, kami terus meningkatkan fasilitas, kompetensi personel, dan latihan bersama seperti simulasi atau drill,” jelasnya.
Pertamina EP Tarakan memiliki empat unit mobil pemadam kebakaran dan sekitar 70 personel bersertifikasi yang siap dikerahkan sesuai kebutuhan.
“Kami juga rutin melakukan simulasi untuk menangani tumpahan minyak di perairan, termasuk penggunaan oil boom dan kapal pendukung,” tambah Cahyo.
Sementara itu, Pemkot Tarakan juga memiliki fasilitas yang cukup, seperti alat pemadam kebakaran (apar) dan firetruck.
Dengan adanya kolaborasi ini, kedua belah pihak saling mendukung untuk meningkatkan sumber daya dan kemampuan penanggulangan bencana.
Perpanjangan kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat sistem penanggulangan bencana di Tarakan, menjadikan kota ini lebih tangguh menghadapi berbagai potensi musibah.
“Dengan latihan rutin dan peningkatan kompetensi, kami yakin penanganan bencana akan semakin cepat dan tepat,” tutup Cahyo. (*)
Reporter : Arif Rusman











Discussion about this post