TARAKAN – Kinerja intermediasi perbankan di Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan dinamika menarik hingga Mei 2025. Berdasarkan rilis resmi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltara, penyaluran kredit/pembiayaan mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 39,17% (year-on-year/yoy), menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Namun, di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) justru mengalami kontraksi sebesar -2,91% (yoy), mencerminkan tantangan dalam penghimpunan dana.
Pertumbuhan kredit yang kuat didorong oleh semua jenis penggunaan kredit. Kredit Investasi mencatat lonjakan tertinggi sebesar 92,90% (yoy), diikuti Kredit Modal Kerja yang tumbuh 19,37% (yoy), dan Kredit Konsumsi dengan pertumbuhan 11,80% (yoy).
“Kinerja kredit yang solid ini menunjukkan perbankan tetap menjadi tumpuan utama dalam mendukung ekspansi ekonomi Kaltara,” demikian bunyi rilis KPw BI Kaltara.
Berdasarkan sektor ekonomi, sektor rumah tangga (RT) mendominasi penyaluran kredit dengan pangsa 26,33% dan pertumbuhan 11,80% (yoy). Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar kedua dengan pangsa 25,48%, mencatat pertumbuhan luar biasa sebesar 212,43% (yoy).
Kualitas kredit pun terjaga baik, tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) yang rendah sebesar 1,04% (gross), jauh di bawah ambang batas Bank Indonesia sebesar 5%.Namun, di sisi DPK, kinerja cenderung melemah.
Komponen tabungan masih mampu tumbuh 5,08% (yoy), tetapi giro dan deposito masing-masing terkontraksi -2,66% (yoy) dan -18,35% (yoy). Kontraksi ini menunjukkan adanya tekanan pada likuiditas perbankan di tengah kebutuhan pembiayaan yang tinggi.
Sementara itu, penyaluran kredit kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tercatat mengalami kontraksi tipis sebesar -0,93% (yoy), dengan total outstanding kredit mencapai Rp 5,56 triliun per Mei 2025.
Sektor perdagangan besar dan eceran menjadi tujuan utama penyaluran kredit UMKM, dengan nominal Rp 2,46 triliun. Meski demikian, kualitas kredit UMKM tetap terjaga, dengan NPL di level 3,53%.
Kondisi ini mencerminkan tantangan sekaligus peluang bagi perbankan di Kaltara. Pertumbuhan kredit yang tinggi menunjukkan tingginya kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi daerah, terutama pada sektor investasi dan industri pengolahan.
Namun, kontraksi DPK dan kredit UMKM menjadi sinyal perlunya strategi lebih agresif dalam menghimpun dana serta mendorong penyaluran kredit ke sektor produktif skala kecil.
KPw BI Kaltara menegaskan akan terus memantau perkembangan intermediasi perbankan dan mendorong sinergi antara perbankan, pelaku usaha, dan pemerintah daerah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (*)
Reporter : Arif Rusman












Discussion about this post